Pengertian Satuan Pengamanan (Security Guard)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Pengertian Satuan Pengamanan (Security Guard)

Satuan Pengamanan atau sering juga disingkat Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

Definisi lain menyebut satuan keamanan atau security guard adalah tim atau kelompok yang bertugas mengamankan aset dari tindakan kejahatan atau kerusakan.

Fungsi Satuan Pengamanan (Security Guard)

Melindungi dan mengayomi lingkungan /tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya

Tugas umum Satuan Pengamanan (Security Guard)

Tugas pokok yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan obyek pengamanan khususnya pengamanan fisik yang bersifat preventif.

  • Mengamankan suatu aset, instansi, proyek, bangunan, properti atau tempat dan melakukan pemantauan peralatan, pengawasan, pemeriksaaa dan jalur akses, untuk memastikan keamanan dan mencegah kerugian atau kerusakan yang disengaja.
  • Melakukan tindakan preventif keamanan.
  • Kontrol lalu lintas dengan mengarahkan driver.
  • Melengkapi laporan dengan mencatat pengamatan, informasi, kejadian, dan kegiatan pengawasan.
  • Mempertahankan lingkungan dengan memantau dan pengaturan bangunan dan kontrol peralatan.
  • Menjaga stabilitas dan reputasi organisasi dengan memenuhi persyaratan hukum.
  • Memastikan pengoperasian peralatan dengan melengkapi persyaratan pemeliharaan preventif; mengikuti instruksi, mengevaluasi peralatan baru dan teknik.
  • Kontribusi untuk tim upaya mencapai hasil terkait yang diperlukan.
  • Mencegah dan deteksi dini penyusup, kegiatan atau orang yang masuk secara tak sah, vandalisme atau penerobos/peloncat pagar di wilayah kuasa tempat perusahaan (teritoir gebied/ruimte gebied)
  • Mencegah dan deteksi dini pencurian, kehilangan, penyalahgunaan atau penggelapan perkakas, mesin, komputer, peralatan, sediaan barang, uang, obligasi, saham, catatan atau dokumen atau surat-surat berharga milik perusahaan
  • Melindungi (pengawalan) terhadap bahaya fisik (orang dan barang yang menjadi aset milik perusahaan atau perorangan)
  • Melakukan kontrol/pengendalian, pengaturan lalu lintas (orang, kendaraan dan barang) untuk menjamin perlindungan aset perusahaan
  • Melakukan upaya kepatuhan, penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan, peraturan kerja dan praktik-praktik dalam rangka pencegahan tindak kejahatan
  • Melapor dan menangani awal (TPTKP) terhadap pelanggaran
  • Melapor dan menangani kejadian dan panggilan/permintaan bantuan Satpam, termasuk konsep, pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm.

Tanggung Jawab Petugas Keamanan Pekerjaan (Security Guard)

Mempertahankan lingkungan yang aman dan nyaman untuk pelanggan dan karyawan dengan patroli, pengawasan pemeriksaan dan pemantauan.

Syarat & Keterampilan Satuan Pengamanan (Security Guard)

Beberapa kualifikasi umum diterakan untuk mendapatkan satuan pengamanan yang profesional dan diantaranya adalah:

  • Surveillance Keterampilan, Objektivitas, kontrol emosional, Integritas, Manajemen Keselamatan, Profesionalisme, Keterampilan Pelaporan, Lulus tes kesehatan dan kesamaptaan, lulus psikotes, sertifikat bebas narkoba.
  • Mengikuti diklat minimal Garda Pratama Dari Polri

Fungsi dan Peran Satuan Pengamanan (SATPAM)

Bayangkan ketika kita akan membangun sebuah gedung, apa yang akan kita persiapkan terlebih dahulu? Tentu saja membangun fondasinya, bukan? Semakin tinggi gedung yang akan kita bangun, maka semakin kokoh pula fondasi yang harus dibangun.Begitu pula dengan profesi Satpam, apabila kita berniat untuk menjadi seorang profesional dalam bidang pengamanan, atau kita mau berkarir di bidang kesatpaman, maka yang pertama kali kita harus mengerti dan fahami adalah Pengertian, Tugas Pokok, Fungsi dan Peran Satpam.

Untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, seorang petugas Satpam wajib memahami Tugas pokok, fungsi Satpam, serta peran seorang petugas Satpam. Apabila seorang Anggota Satpam mengetahui dan memahami pengertian dari Satpam, maka ia akan mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan Tugas Pokok Satpam dan dapat membantu penegakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sejarah Terbentuknya Satpam

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa Polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam menciptakan masyarakat dan lingkungan yang aman dan tertib, hal inilah yang mendorong  terbentuknya satpam di Indonesia. Kapolri (ketika itu dijabat Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin ) mengeluarkan Surat Keputusan Kapolri; No. SKEP/126/XII/1980 tertanggal 30 Desember 1980 Tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.

Selanjutnya, pada 30 Desember 1993, Polri mengukuhkan Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin menjadi Bapak Satpam dan menetapkan hari lahirnya Satpam Indonesia pada tanggal 30 Desember.

Seiring dengan berjalannya waktu, Satpam dituntut untuk lebih profesional baik dari segi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, prosedur, proses dan SDM nya, maka dikeluarkanlah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 Tanggal 10 Desember 2007 mengenai Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

Pengertian Satpam

Kalau kita ditanya “Apa itu Satpam?” Maka biasanya dijawab “Satuan Pengamanan” padahal itu adalah kepanjangan dari singkatan Satpam, bukan pengertian Satpam itu sendiri. Yang tepat adalah “Satuan Pengamanan yang selanjutnya disingkat Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/ badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa dilingkungan kerjanya” (Peraturan Kepala  Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah, BAB I, Pasal 1, Ayat 6).

Mari kita bahas pengertian ini, disini disebutkan “Satuan atau kelompok”, ini berarti seorang Satpam bisa bertugas menempati Pos Penjagaan seorang diri atau berkelompok, kalau berkelompok berarti harus ada yang memimpin, bisa itu Kepala Satpam, Komandan Regu (Danru) atau anggota senior (yang dituakan).

Coba bayangkan sekelompok anak Ayam yang tidak ada induknya, apa yang terjadi? Kacau balau bukan? Itu yang akan terjadi apabila dalam suatu kelompok / regu Satpam tidak ada yang memimpin atau memegang komando.

Sedangkan yang dimaksud dengan kataPetugas mengandung arti bahwa Satpam adalah masyarakat biasa yang telah dididik dan dilatih dalam bidang keamanan. Catat ya? Telah dididik dan dilatih! Dimana dididik dan dilatihnya? Dididik dan dilatihnya di Lembaga Pendidikan POLRI atau BUJP yang telah memenuhi syarat. Dari mana Sertifikat Satpamnya? Dari POLDA setempat.

Banyak teman-teman kita yang mengaku petugas keamanan tetapi tidak pernah ikutan pendidikan Satpam Gada Pratama, Gada Madya atau Gada Utama. Sertifikat Satpamnya dari hasil “Nembak”….Dorrr!!! Maka di lapangan Satpam seperti itu akan terkapar karena tidak punya ilmu kesatpaman, dia akan terus dikomplen, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.

Kalau kita membawa kendaraan tidak membawa SIM, apa yang akan terjadi? Kena tilang bukan? Tidak bawa/punya SIM tidak boleh mengendarai kendaraan. Sama saja kalau seorang Anggota Satpam bertugas mengamankan area, maka ia harus membawa Kartu Anggota Satpam, dari mana KTA nya? Dari POLDA setempat, bagai mana pengajuannya? Harus melampirkan Sertifikat Satpam. Jadi kalau Sertifikatnya hasil nembak? Tidak bisa mengajukan KTA Satpam karena tidak teregistrasi (terdaftar), kalau tidak punya KTA Satpam? ……. (Silahkan dijawab sendiri).

Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatannya berorientasi komersial yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan Instansi/lembaga Pemerintah adalah organisasi pemerintah selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berorientasi pada fungsi pelayanan masyarakat, yang menyelenggarakan Satuan Pengamanan.
Kalau ada anggota Satpam non-organik ditanya dimana bekerja, biasanya akan menjawab di yayasan, padahal itu adalah jawaban yang keliru. Yayasan bergerak dalam bidang sosial, bukan keamanan. Jadi perusahaan apa dong yang bisa mendidik dan menyalurkan Satpam? Perusahaan itu adalah Badan Usaha Jasa Pengamanan yang selanjutnya disingkat BUJP. BUJP adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang penyediaan tenaga pengamanan, pelatihan keamanan, kawal angkut uang/barang berharga, konsultasi keamanan, penerapan peralatan keamanan, dan penyediaan satwa untuk pengamanan. Sekali lagi catat, ya? Perusahaan yang berbentuk “PT” bukan yayasan, koperasi, CV, Ormas, LSM, Perguruan Beladiri, dll.

Anggota Satpam bertugas untuk melaksanakan pengamanan, artinya membuat area menjadi aman. Apa artinya aman itu sendiri?….. TKA? ……………..kondusif?…. kondusif itu keadaan yang seperti apa?………….

Supaya kita bisa berhasil mencapai suatu tujuan, kita harus tahu dulu apa tujuannya? Sama dengan pelaksanaan pengamanan, kita harus tahu dulu apa itu aman. Aman adalah suatu keadaan yang bebas dari gangguan, bebas dari ancaman dan bebas berisiko.

Gangguan dan ancaman bisa berasal dari mana saja? Gangguan dan ancaman bisa berasal dari dalam dan luar area. Dari dalam seperti : penggelapan (Pencurian oleh karyawan, penghilangan, korupsi, dll), sabotase (perusakan, dll), penggunaan asset tanpa hak, dll. Dari luar seperti pencurian, perampokan, perampasan, premanisme, penyerobotan, demo massa, kerusuhan, dll.

Resiko apa saja yang bisa terjadi di tempat kerja? Yaitu resiko kecelakaan, keadaan darurat, bencana alam, dll.

Dimana kita melaksanakan pengamanan? Kita melaksanakan pengamanan di Pos Jaga atau tempat kerja, apa yang dimaksud dengan tempat kerja?……Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Apa yang di maksud dengan “Swakarsa”? “Swa” artinya “Sendiri” dan “Karsa” artinya “kehendak”. Jadi yang dimaksud dengan “swakarsa” adalah keinginan (kemauan) sendiri yg timbul tanpa dorongan (paksaan) dari orang / lembaga lain. Siapa yang memiliki “Swakarsa-nya”? Yang berkehendaknya adalah pemilik / manajemen di perusahaan / lembaga / lokasi yang kita jaga supaya areanya menjadi aman dan tertib.

Kenapa Satpam hanya bisa menjalankan fungsinya sebagai pengaman dan penertib di lingkungan kerja nya saja? karena Satpam mengemban tugas kepolisian terbatas baik secara area kerja maupun kewenangannya.

Tugas Pokok Satpam

Maksud dari “Tugas Pokok” adalah :

  • Suatu kewajiban yang harus dikerjakan
  • Pekerjaan yang merupakan tanggungjawab
  • Perintah untuk berbuat atau melakukan sesuatu demi mencapai suatu tujuan.

Menyelenggarakan mengandung arti :

  1. Mengurus dan mengusahakan sesuatu (seperti memelihara, memiara, merawat).
  2. Melakukan atau melaksanakan (perintah, peraturan, rencana).
  3. Menunaikan atau menyampaikan (maksud, tugas kewajiban).
  4. Mengurus dan memperhatikan (kepentingan, usaha, perkara).
  5. Mengadakan, mengatur, dan mengurus (pesta, pertunjukan, pameran, dsb).

Pengamanan Fisik adalah segala usaha dan kegiatan  untuk mencegah / mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan suatu instansi / proyek / badan usaha secara fisik melalui kegiatan pengaturan, penjagaan dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi / proyek / badan usaha yang bersangkutan.

Objek yang diamankan-ditertibkan pada saat pengamanan fisik, adalah :

  1. Asset : Benda bergerak – benda tidak bergerak, gedung, harta benda, dll.
  2. Personil : Klien, Atasan, manajemen, Nasabah, Konsumen, Supplier, Pengunjung, Tamu, Rekan, dll.
  3. Informasi : No Tlp pribadi staff, keberadaan staff, proses produksi, kekuatan pengamanan, data-data perusahaan, dll.

Kita telah belajar mengenai apa yang dimaksud dengan “Aman”, sekarang kita pelajari apa yang dimaksud dengan “Tertib”. Yang dimaksud dengan tertib adalah :

  • Teratur, menurut aturan, rapi.
  • Sopan, dengan sepatutnya.
  • Aturan, peraturan yang baik.

Fungsi Satpam

Apa yang dimaksud dengan Fungsi? Fungsi berarti :

  • Manfaat
  • Kegunaan

Jadi apa manfaat atau Kegunaan Satpam? Kegunaan atau Fungsi Satpam adalah “Melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya”. (Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III, Pasal 6, Ayat 2).

Yang dimaksud dengan melindungi adalah : menjaga atau menyelamatkan supaya terhindar dari ancaman, gangguan dan marabahaya. Sedangkan yang dimaksud dengan mengayomi adalah memelihara atau memayungi.

Untuk lebih jelasnya, “Melindungi adalah upaya fisik” sedangkan “Mengayomi” adalah, seorang Satpam harus mampu memberikan rasa aman bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Untuk bisa menegakan peraturan dan tata tertib, seorang Satpam harus memiliki Sikap  dan Tampang Satpam yang baik.

Peranan Satpam

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas, Satpam berperan sebagai:

  1. unsur pembantu pimpinan organisasi, perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah, pengguna Satpam di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban lingkungan/tempat kerjanya;
  2. unsur pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya.( Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III, Pasal 6, Ayat 2).

Yang dimaksud dengan “pembinaan” adalah segala usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk membimbing, mendorong, mengarahkan, menggerakan termasuk kegiatan koordinasi, untuk ikut serta secara aktif menciptakan, memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan bagi diri dan lingkungan kerjanya.

Untuk menegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness), seorang anggota Satpam pertama-tama harus tunduk dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan (Termasuk peraturan Lalu lintas).

Di dalam melaksanakan tugasnya, Satpam memiliki kewenangan untuk penegakan peraturan dan tata tertib karena Satpam merupakan pembantu pimpinan.

 

 

TURJAWALI SATPAM

MENYELENGGARAKAN PENGATURAN, PENJAGAAN, PENGAWALAN DAN PATROLI

Untuk tulisan kali ini, mari kita pelajari lebih mendalam mengenai TURJAWALI. Tugas Anggota Satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban yang dilaksanakan dengan cara Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli disingkat TURJAWALI. Turjawali merupakan penjawantahan / penerapan dari Pengertian, Tugas Pokok, Fungsi dan Peran Satpam.

Pengertian Pengaturan

Banyak diantara anggota satpam apabila ditanya tentang pengertian “Pengaturan” maka akan dijawab “Pengaturan parkir”, padahal pengaturan area parkir adalah salah satu dari tugas pengaturan.

Yang dimaksud dengan “Pengaturan” dalam Turjawali adalah penegakan peraturan dan tata tertib perusahaan. Mari kita bahas pengertian ini satu persatu.

Yang dimaksud dengan “Menegakan” adalah : Mendirikan, Menjadikan, Mengusahakan, Mempertahankan, Memelihara, Mewujudkan, Memegang teguh, Mengukuhkan.

Peraturan adalah : ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan kendalikan tingkah laku yang sesuai dan diterima: setiap warga masyarakat harus menaati aturan yang berlaku; atau ukuran, kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Tata tertib adalah peraturan-peraturan yg harus ditaati atau dilaksanakan atau dalam kata lain Tata Tertib adalah sekumpulan peraturan yang berlaku di suatu tempat tertentu. Tata Tertib di suatu tempat / lembaga akan berbeda dengan yang berlaku di tempat / lembaga yang lainnya.

Penegakan peraturan dan tata tertib perusahaan pada dasarnya adalah penegakan disiplin. Kedisiplinan merupakan suatu sikap mental yang  tercermin dalam perbuatan tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan, ketentuan, etika, norma dan kaidah yang berlaku.

 

Dapat disimpulkan bahwa Disiplin adalah sikap yang tunduk dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang berlaku yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

 

  1. Displin Preventif yaitu: kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan   agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan dapat dicegah.
  1. Disiplin Korektif yaitu: kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan yang mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan pendisiplin.
  1. Disiplin Progresif yaitu: kegiatan memberikan hukuman-hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Tujuan dari disiplin progresif ini agar karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan korektif sebelum mendapat hukuman yang lebih serius.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menegakkan disiplin kerja :

1)   Disiplin Harus Ditegakkan Seketika
Hukuman harus dijatuhkan sesegera mungkin setelah terjadi pelanggaran jangan sampai terlambat, karena jika terlambat akan kurang efektif.

2)   Disiplin Harus Didahului Peringatan Dini
Dengan peringatan dini dimaksudkan bahwa semua karyawan harus benar-benar tahu secara pasti tindakan-tindakan mana yang dibenarkan dan mana yang tidak.

3)   Disiplin Harus Konsisten
Konsisten artinya seluruh karyawan yang melakukan pelanggaran akan diganjar hukuman yang sama. Jangan sampai terjadi pengecualian, mungkin karena alasan masa kerja telah lama, punya keterampilan yang tinggi atau karena mempunyai hubungan dengan atasan itu sendiri.

4)   Disiplin Harus Impersonal
Seorang atasan sebaiknya jangan menegakkan disiplin dengan perasaan marah atau emosi. Jika ada perasaan semacam ini ada baiknya atasan menunggu beberapa menit agar rasa marah dan emosinya reda sebelum mendisiplinkan karyawan tersebut. Pada akhir pembicaraan sebaiknya diberikan suatu pengarahan yang positif guna memperkuat jalinan hubungan antara karyawan dan atasan.

5)   Disiplin Harus Setimpal
Hukuman itu setimpal artinya bahwa hukuman itu layak dan sesuai dengan tindak pelanggaran yang dilakukan. Tidak terlalu ringan dan juga tidak terlalu berat. Jika hukuman terlalu ringan, hukuman itu akan dianggap sepele oleh pelaku pelanggaran dan jika terlalu berat mungkin akan menimbulkan kegelisahan dan menurunkan prestasi.

Kita telah mengetahui apa dan bagaimana itu disiplin, dalam pelaksanaan penegakan disiplin Anggota Satpam seringkali mendapatkan hambatan, salah satunya adalah karyawan tidak mau / tidak menurut kepada aturan yang ditegakan oleh Anggota Satpam.

Apa yang kurang? Untuk bisa menegakan aturan dan tata tertib, seorang anggota satpam harus bisa bersikap tegas. Apa itu tegas? “Tegas” adalah sikap yang tentu dan pasti, tidak ragu-ragu karena tahu bertindak yang benar. Untuk bisa bersikap tegas, kinerja seorang anggota satpam harus didukung oleh :

  1. Penampilan yang baik.

Coba perhatikan seorang preman terminal, bagaimana penampilannya? Wajah sesangar mungkin, bertattoo, mata merah, mulut bau naga, dipinggang terselip senjata tajam, sikap kasar. Untuk apa ia berpenampilan dan bersikap seperti itu? Supaya orang takut karena seorang preman terminal harus ditakuti untuk mempermudah urusan-urusannya.

Sekarang apa yang harus dilakukan oleh seorang anggota satpam agar ia bisa menegakan disiplin/peraturan? Anggota Satpam harus bisa membuat orang/karyawan merasa segan. Untuk membuat orang lain merasa segan, maka hal pertama yang harus diperhatikan oleh seorang Satpam adalah penampilannya. Penampilan yang baik dan benar sesuai dengan aturan akan membuat orang lain merasa yakin dengan diri dan profesi kita, atau dengan kata lain seorang anggota satpam harus tampil meyakinkan.

  1. Sikap tubuh / Gesture yang baik.

Sikap tubuh yang penuh percaya diri akan membuat orang merasa segan dan lebih menghormati kita. Mulailah membiasakan diri menjaga sikap tubuh ketika kita berdiri, berjalan, duduk, menegur, mengarahkan, menghormat, dll.

  1. Cara berbicara yang benar.

Sama dengan Penampilan dan Sikap, maka cara berbicarapun sangat berpengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap kita. Aturlah cara berbicara kita, jaga intonasi dan pilihlah penekanan kata yang tepat. Cara berbicara tidak perlu mengada-ada, yang normal saja tetapi terdengar pasti dan dengan nada yang dalam/berat.

  1. Bisa memberikan solusi.

Satpam yang bisa memberikan solusi pada saat menegakan peraturan akan mendapatkan penghargaan dari orang lain. Contohnya adalah pada saat anda melarang seseorang yag sedang merokok di suatu tempat yang dilarang merokok, apa yang akan anda katakan?

  • “Selamat siang, disini tidak boleh merokok, pak!”
  • “Selamat siang, maaf di area ini dilarang merokok, pak!”
  • “Selamat siang, silahkan matikan rokok anda, disini tidak boleh

merokok!”

  • “Selamat siang, silahkan merokoknya di smoking area”

Mana yang akan diikuti oleh orang tsb dengan suka rela?

  1. Memberikan teladan yang baik.

Pelaksanaan penegakan peraturan yang paling mudah adalah dengan memberikan teladan bahwa Satpam juga taat dan tunduk kepada peraturan yang berlaku.

Pengertian Penjagaan

Yang dimaksud dengan penjagaan adalah penempatan pos-pos penjagaan dengan maksud memeriksa / mengawasi masuk keluarnya orang – barang (Access Control) dan mengawasi keadaan atau hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tugasnya. Pelaksanaan penjagaan juga memastikan area dalam keadaan aman, tertib dan peraturan perusahaan dapat ditegakan.

Apa yang dimaksud dengan pos jaga? Pos jaga adalah tempat kerja, tempat kerja yaitu setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Sumber Ancaman dan Gangguan dapat muncul dari dalam dan luar perusahaan :

  1. Dari Luar :
  2. Premanisme
  3. Pencurian
  4. Perampokan
  5. Kerusuhan
  6. Dll.
  7. Dari Dalam :
  8. Penyalahgunaan wewenang
  9. Penggelapan (Fraud)
  10. Penyelundupan – pencurian
  11. Sabotase
  12. Dll.

Kenapa “Merasa AMAN” itu sangat penting?….Merasa aman adalah kebutuhan manusia yang sangat mendasar setelah kebutuhan fisiologis. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan sbb :

Kita lihat dari lapisan yang paling bawah adalah kebutuhan manusia yang paling dasar, apabila kebutuhan tersebut terpenuhi, maka akan meningkat ke tingkat kebutuhan yang lebih atas, dimulai dari :

  1.  Fisiologis : Makan – minum, tidur, sex, dll
  2. Rasa Aman dan Perlindungan
  3. Sosial (Rasa Cinta Memiliki dan dimiliki)
  4. Harga Diri
  5.  Aktualisasi Diri

Manusia (seperti juga hewan) mempunyai kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup, yaitu makan – minum, tidur dan kawin. Apabila kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan lain yaitu rasa aman dan perlindungan. Jadi kebutuhan akan rasa aman adalah kebutuhan yang paling dasar setelah kebutuhan fisiologis.

Apa artinya hal ini bagi seorang satpam? Artinya kabar baik, Profesi Keamanan akan terus dibutuhkan oleh orang, tinggal bagaimana kita sebagai petugas keamanan memenuhi akan kebutuhan – keinginan dan harapan orang – orang (klien) tsb.

Apa sih “Aman” itu sendiri? Yang dimaksud dengan aman adalah :

  1. Keadaan yang bebas dari resiko, ancaman, bahaya dan bebas dari gangguan.
  2. Keamanan (safety) adalah status seseorang dalam keadaan aman, kondisi yang terlindungi secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politik, emosi, pekerjaan, psikologis atau berbagai akibat dari sebuah kegagalan, kerusakan, kecelakaan, atau berbagai keadaan yang tidak diinginkan.
  3. Keamanan (Terlindungi) tidak hanya mencegah rasa sakit dan cedera tetapi juga membuat individu merasa aman dalam aktifitasnya. Keamanan dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan umum.

Tujuan penjagaan adalah memberikan rasa aman, sehingga orang/ staff/ karyawan/ klien/ nasabah/ dll dapat bekerja, berkarya, mendapatkan pelayanan dengan baik.

Penjabarannya seperti ini….Penjagaan bersifat prefentive, artinya, penjagaan adalah upaya untuk pencegahan supaya ancaman dan gangguan keamanan tidak terjadi. Dalam mencegah gangguan-gangguan keamanan terjadi, anggota Satpam tidak bisa menghilangkan niat orang untuk melakukan kejahatan, tetapi yang bisa Anggota Satpam lakukan adalah menghilangkan atau menutup kesempatan orang tsb melakukannya salahsatunya dengan menyelenggarakan penjagaan.

Supaya kita tetap waspada dalam melaksanakan penjagaan, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan karena bisa membuat anggota tidak fokus didalam melaksanakan penjagaan,

yaitu :

  1. Tidur (disengaja maupun tidak disengaja),
  2. Merokok, Makan/minum,
  3. Baca koran, majalah, TTS, dll,
  4. Nonton TV,
  5. Bermain HP / BBM,
  6. Meninggalkan Pos jaga tanpa ijin,
  7. Ngobrol, bersikap santai / berleha-leha.

Sikap yang harus dimiliki oleh anggota satpam yang melaksanakan penjagaan :

  1. Sikap open : bersikap penuh kepedulian terhadap segala sesuatu yang terjadi dan peduli pada keadaan dilingkungan area jaga.
  2. Memiliki rasa was-was : selalu merasa was-was apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, merasa was-was apabila SOP tidak dilaksanakan dengan benar. Dengan rasa was-was seorang anggota Satpam akan selalu bersikap waspada dan hati-hati didalam menjalankan tugasnya.
  3. Bersikap selalu Waspada : Anggota Satpam harus memiliki sifat waspada didalam melaksanakan tugas-tugasnya, dengan bersikap waspada anggota satpam akan selalu siaga, berhati-hati, tidak menganggap remeh segala sesuatu yang terjadi di area tugasnya.
  4. Memiliki rasa curiga : Dalam melaksanakan pencegahan, maka anggota Satpam harus berprinsip bahwa prasangka baik itu perlu tetapi curiga jalan terus. Sehingga pencegahan dapat dilaksanakan secara luas dan menyeluruh (komprehensif).
  5. Penuh rasa tanggung jawab : Satpam yang memiliki rasa tanggungjawab adalah satpam yang memiliki kemauan untuk mengambil tindakan, baik tindakan pencegahan atau tindakan penanganan.

citrasetyabhakti.com

Tentang PT. Citra Setya Bhakti

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti | Tenaga Keamanan CISS | Bodyguard | Security System | Satuan Pengamanan | Outsourcing Security
Tulisan ini dipublikasikan di Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *