Citra Security Service

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

PT. Citra Setya Bhakti atau Citra Security Service (CISS) adalah Perusahaan Jasa Keamanan, Jasa Satpam yang berlokasi di Kalibata Jakarta Selatan. Kami siap mengamankan Rumah, Kantor, Pabrik, Mall, Supermarket, Pergudangan dan Aset Anda. Melalui pengelolaan jasa keamanan satpam kami telah memberikan andil untuk ikut menjaga dan mengamankan wilayah.

PT. Citra Setya Bhakti hadir untuk selalu  memberikan layanan kualitas keamanan terbaik, sehingga dapat menjaga  rasa aman bagi para pelaku usaha / bisnis   di Indonesia. Di era globalisasi dimana persaingan atau kompetisi dalam dunia bisnis sangat ketat sehingga dalam setiap penyelenggaraan kegiatan ekonomi, masing-masing unit ekonomi harus benar-benar memiliki nilai keunggulan yang dapat diandalkan.

Keamanan serta kenyamanan merupakan salah satu unsur terpenting dan harus diciptakan dalam menyelenggarakan suatu kegiatan agar sasaran yang hendak dicapai dapat terwujud sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Dalam hal ini PT. Citra Setya Bhakti berusaha menjadi pengaman untuk semua kegiatan dimana pengelolaan jasa keamanan satpam yang berkualitas merupakan kebutuhan bagi setiap pelaku bisnis.

Satpam (satuan pengamanan) termasuk lini terdepan layanan konsumen, karena satpam langsung berhubungan dan ikut melayani pelanggan. Satpam yang di tempatkan di bagian front office misalnya wajib memberikan kesan yang terbaik, menerapkan ‘3S’ Senyum Sapa dan Salam kepada semua pelanggan atau tamu yang datang.

Tugas pokok dari aktivitas security adalah menciptakan ‘Rasa Nyaman dan Aman’ dengan cara menyelenggarakan sistem pengamanan dan keselamatan manusia baik pribadi maupun kelompok serta harta benda pemilik. Untuk  itu PT. Citra Setya Bhakti menerapkan pola pembinaan terpadu, dimana selain meningkatkan kemampuan dibidang keamanan juga melakukan pembinaan agar satpam mampu menjadi bagian dari pelayanan konsumen demi meningkatkan produktifitas dan citra perusahaan klien

 

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

PENGAMANAN LEBARAN IDUL FITRI PT. CITRA SETYA BHAKTI (CISS)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

 

Citra Security Service (CISS)

Jelang hari raya Idul Fitri 1438 H PT. Citra Setya Bhakti (CISS)  , diharapkan seluruh area rekanan PT. Citra Setya Bhakti (CISS)  saling menjaga keamanan dan kenyamanan selama Idul Fitri 1438 H Tahun 2018.

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Ops PT. Citra Setya Bhakti (CISS), menghimbau kepada semua anggota Satuan Pengamanan (SATPAM) dilapangan untuk berhati-hati serta bersama-sama menjaga keamanan di seluruh area rekanan PT. Citra Setya Bhakti (CISS).

Deputy Ops PT. Citra Setya Bhakti (CISS) menegaskan kesiapsiagaan anggota Satuan Pengamanan (SATPAM) Citra Security Service (CISS) dilapangan dalam mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan gangguan keamanan yang terjadi di seluruh area nya. Beliau mengatakan, antisipasi gangguan keamanan terus dilakukan dengan meningkatkan koordinasi dan patroli area sebelum Hari Raya Idul Fitri hingga setelah Hari Raya Idul Fitri, termasuk dengan melibatkan aparat keamanan sekitar.

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti | Tenaga Keamanan CISS | Bodyguard | Security System | Satuan Pengamanan | Outsourcing Security

Koordinasi antisipasi keamanan dilakukan di Kantor Pusat PT. Citra Setya Bhakti (CISS), yang berada di GANECA BUILDING Blok 8 Jl. Raya Pasar Minggu No. 234 Jakarta Selatan 12760 bersama dengan aparat sekitar wilayah.

Ketua divisi keamanan security PT. Citra Setya Bhakti (CISS), juga menambahkan walaupun sampai detik ini kami belum mendapat laporan ada hal-hal yang aneh yang mencurigakan, pihaknya akan terus melakukan penjagaan patroli selama 24 jam untuk mendukung upaya mengamankan seluruh area yang saat ini ditetapkan dan rawan adanya kejahatan pencurian ketika hari raya lebaran.

 

PT. Citra Setya Bhakti (CISS)

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

SATPAM (Satuan Pengamanan) Citra Setya Bhakti CISS

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

SATPAM DAN HANSIP

Jika dilihat dari segi bahasa, hansip dan satpam (Satuan Pengamanan) CISS memiliki arti yang hampir sama. Menurut KBBI, hansip adalah akronim dari kata pertahanan dan sipil, sedangkan satpam (Satuan Pengamanan) CISS adalah akronim dari Satuan Pengamananyang berarti ‘satuan (orang) yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban umum di lingkungan tertentu’. Jika dilihat dari pengertian di atas, tidak terlihat perbedaan yang dimiliki dari kata hansip dan satpam (Satuan Pengamanan) CISS.

Meskipun demikian, perbedaan antara kedua kata tersebut dapat dilihat dari segi yang lain. Berikut adalah penjelasannya yang diambil dari wikipedia.com.

Hansip atau pertahanan sipil adalah salah satu organisasi satuan pertahanan dan keamanan yang dibentuk oleh pemerintah di Indonesia. Berdasarkan Keppres No. 55 tahun 1972 bahwa Organisasi Pertahanan Sipil dalam sistem Hankamrata merupakan komponen Hankam dan komplemen ABRI. Organisasi Hansip dibubarkan pada 2014 oleh Presiden SBY melalui Perpres Nomor 88 Tahun 2014. Hansip juga dikenal dengan sebutan Linmas.

Sementara itu, satpam (Satuan Pengamanan) adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

Berdasarkan pengertian dari wikipedia di atas, dapat diketahui bahwa hansip dan satpam (Satuan Pengamanan) CISS adalah sebuah kelompok (Satuan Pengamanan) CISS bagi masyarakat. Bedanya, hansip adalah (Satuan Pengamanan) CISS yang dibentuk oleh pemerintah, sedangkan satpam (Satuan Pengamanan) CISS adalah Satuan Pengamanan yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha tertentu.

PT. CITRA SETYA BHAKTI (CISS)

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

TUGAS SATUAN PENGAMANAN DALAM MEMELIHARA KEAMANAN PT.CITRA SETYA BHAKTI (CISS)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

TUGAS SATUAN PENGAMANAN DALAM MEMELIHARA KEAMANAN

PT.CITRA SETYA BHAKTI (CISS)

 

 

Semua bentuk usaha atau bisnis baik yang berskala besar maupun kecil pasti membutuhkan perlindungan. Dengan adanya perlindungan, perkantoran diharapkan dapat menghasilkan produk yang baik, efisien dan menguntungkan tanpa adanya gangguan dari pihak manapun yang akan merugikan perkantoran itu sendiri.

Bentuk gangguan dalam perkantoran tidak saja terletak pada human errornya, tetapi juga dimungkinkan oleh faktor lain yang bersifat tekhnis maupun non tekhnis, seperti kecelakaan yang dapat mengakibatkan kebakaran serta adanya bencana alam. Kebakaran dapat terjadi karena adanya kesalahan prosedur tekhnis dan operasional mekanik.
Dengan demikian sistem pengamanan dan keamanan yang ada pada suatu perkantoran, dalam hal ini Satpam, tidak saja bertugas untuk menangani masalah kriminalitas, pencurian, perampokan, dan hal – hal lainnya, tetapi juga untuk melakukan langkah – langkah Satpam (Satuan Pengamanan) itu sendiri. Misalnya cara memilih kunci yang kuat di pintu depan, mengamankan jendela dari perampok atau pencongkel, menyediakan alat pemadam kebakaran di tempat – tempat yang berfungsi untuk menyimpan barang – barang yang mudah terbakar dan menyediakan obat – obatan di kotak P3K yang aman.
Dalam perkembangan perkantoran atau adanya kebutuhan akan perlindungan terhadap perkantoran, peranan Satpam (Satuan Pengamanan)tidak terbatas pada pengamanan fisik saja. Pengamanan fisik di sini diartikan sebagai segala usaha atau kegiatan untuk mencegah atau mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan atau ketertiban di lingkungan perkantoran melalui kegiatan pengaturan dan penjagaan. Peranan Satpam (Satuan Pengamanan) juga dapat mengatasi masalah yang ada di area Satpam (Satuan Pengamanan) itu sendiri, yang tentunya berkaitan dengan kebutuhan perusahaan, seperti mencegah timbulnya bencana kebakaran, perlindungan atas keselamatan kerja, kriminalitas, perampokan, penggelapan uang perkantoran, pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ), upaya mengatasi bencana, sistem alarm, masalah komunikasi, dan hal – hal lainnya. Dengan demikian peranan Satpam (Satuan Pengamanan) akan menjadi lebih kompleks dan efisien terhadap kelangsungan hidup perkantoran.
Selama ini, kebutuhan dasar akan adanya Satpam (Satuan Pengamanan) telah ditetapkan sejak berdirinya perkantoran. Namun langkah – langkah Satpam (Satuan Pengamanan) hanya dilakukan seadanya, tidak secara sadar melalui perencanaan yang lebih matang. Tugas Satpam (Satuan Pengamanan) hanyalah mengamankan dan menjaga lingkungan atau area kerjanya. Penerapan akan adanya Satpam (Satuan Pengamanan) atau tenaga keamanan yang ditunjang oleh keberadaan Polisi yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik akan menjamin pengusaha untuk terus bertahan menjalankan bisnis perkantorannya.
Keberhasilan dalam masalah Satpam (Satuan Pengamanan), tidak saja karena adanya pengawasan yang ketat dan terus menerus atas daerah kerja dan aktifitas para karyawannya, melainkan juga karena faktor lain yang menunjang aktifitas karyawan yang membuat mereka tidak merasa sedang diawasi. Dalam hal ini Satpam (Satuan Pengamanan) didukung oleh pendekatan yang baik dan personal dari pengusaha kepada karyawannya sehingga memungkinkan karyawannya bekerja dalam lingkungan yang saling mempercayai dan dengan moral yang tinggi, ini merupakan faktor yang penting dan amat vital bagi efisiensi perkantoran.
Permintaan atau kebutuhan karyawan atau buruh seiring dengan penambahan atau peningkatan produksi yang terus bertambah. Hal yang tidak dapat dihindarkan adalah munculnya buruh – buruh yang tidak jujur, terutama dalam aktifitas, seperti pencurian keuntungan perusahaan, pencurian persediaan barang, pencurian peralatan, pencurian produk pada akhir proses produksi. Bahkan sering juga ditemukan karyawan atau buruh yang bertindak sebagai agen perkantoran pesaing atau seorang yang menimbulkan adanya pertentangan internal diantara para karyawan atau buruh yang mempengaruhi moral dan menyebarkan kekacauan yang menyebabkan terganggunya aktifitas produksi. Mulai timbulnya gangguan baik dari dalam maupun dari luar lingkungan perkantoran yang semakin kompleks memaksa pengusaha untuk membentuk Satpam (Satuan Pengamanan) dan Keamanan atau Satpam (Satuan Pengamanan) yang lebih baik dan terarah.
Setiap perkantoran harus menentukan sendiri tingkat program Satpam (Satuan Pengamanan) yang efektif yang dikehendakinya dan program itu sendiri harus ekonomis. Perkantoran juga harus menentukan langkah – langkah yang sesuai dengan kegunaannya.
Otak operasi Satpam (Satuan Pengamanan) ini adalah posko Satpam (Satuan Pengamanan) , seiring perkembangan perkantoran, Satpam (Satuan Pengamanan) mengontrol semua pintu masuk ke dalam area kantor dengan menggunakan peralatan canggih, seperti CCTV ( Closed Circuit Television atau televisi sirkuit tertutup ), radio komunikasi, dan kontrol pintu otomatis. Keberhasilan Satpam (Satuan Pengamanan) efektif adalah pada sistem pencegahan yang menggunakan personil yang terampil dan terlatih dengan sebaik – baiknya, perlengkapan atau peralatan modern yang efektif, dan perlengkapan elektronik yang akan menunjang pelaksanaan tugas Satpam (Satuan Pengamanan) . Selain itu seorang Satpam (Satuan Pengamanan) harus mempunyai tanggungjawab dan hubungan saling pengertian antara personil dan pimpinan, karyawan di luar Satpam (Satuan Pengamanan) , pekerja lepas, instansi pemerintah, badan pelayanan darurat, dan kantor pada umumnya serta kesanggupan melaksanakan unsur ini dengan sebaik mungkin.
Tantangan akan perubahan masyarakat mengenai sikap para petugas Satpam (Satuan Pengamanan) , kesan yang harus ditimbulkan di kalangan umum, dan hubungan dengan karyawan lainnya, berbeda dengan sikap yang biasanya dilakukan sebagian besar oleh masyarakat Satpam (Satuan Pengamanan) .
Atas dasar tugas harian, petugas Satpam (Satuan Pengamanan) pada masa sekarang dan yang akan datang harus cukup lugas atau cerdas untuk berhubungan dengan orang banyak jika ingin mendapatkan kerjasama dan respek mereka. Selain itu wewenang petugas Satpam (Satuan Pengamanan) , yang berhubungan dengan peraturan dari perorangan atau perkantoran adalah menjamin agar peraturan tersebut dapat ditaati dan kelancaran roda perkantoran berjalan dengan aman dan tertib menuju tujuan berproduksi yang efisien sehingga menghasilkan keuntungan bagi perkantoran.
Seorang petugas Satpam (Satuan Pengamanan) juga harus menyadari bahwa semua pegawai atau karyawan berhak mendapat perlakuan yang sama dalam hal harga diri dan respek.
Dari beberapa hal tersebut di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ilmiah ini adalah realisasi pelaksanaan tugas Satpam (Satuan Pengamanan) dalam memelihara keamanan di lingkungan perkantoran.
Dengan ruang lingkup permasalahan yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tugas Satpam (Satuan Pengamanan) serta pemberdayaan dalam pelaksanaan tugas Satpam (Satuan Pengamanan) tersebut di lingkungan perkantoran.

REALISASI PELAKSANAAN TUGAS SATPAM
DALAM MEMELIHARA KEAMANAN DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

HAMBATAN – HAMBATAN YANG ADA

Kebutuhan terhadap mekanisme perlindungan secara profesional muncul pada masa perkembangan perkantoran, dari kantor yang kecil berkembang menjadi kantor yang besar seiring dengan majunya usaha kantor yang ada, atau pada setiap kantor yang besar.
Bentuk – bentuk bisnis yang bersifat partikuler menyebabkan keputusan tentang perlu tidaknya menggunakan Satpam (Satuan Pengamanan) profesional pada setiap perkantoran berbeda antara satu dan lainnya. Pada dasarnya keputusan penting itu baru muncul saat manajemen perkantoran mulai menemukan adanya kehilangan atau kecelakaan yang merugikan perkantoran. Akhirnya, timbulnya pertimbangan akan perlunya mengeliminir atau meniadakan atau paling tidak meminimumkan kerugian seperti itu.
Mengingat masalah yang sering terjadi di dalam perkantoran, kebutuhan pada program Satpam (Satuan Pengamanan) merupakan hal yang pasti dan jelas. Dengan jumlah karyawan sekitar 200 orang, program pelatihan Satpam (Satuan Pengamanan) secara individu sangatlah tidak efektif, bahkan dalam hal keuangan dapat menambah beban perkantoran, dimana apabila sistim pelatihan tersebut tidak dilakukan akan menimbulkan adanya kurang disiplin dan mental yang kurang sesuai dengan jiwa serta etika pengaman atau Satpam (Satuan Pengamanan) , dimana mereka tidak memahami akan tugasnya.
Masih banyaknya beberapa pihak perkantoran yang menggunakan Satpam (Satuan Pengamanan) hanya secara fisikal saja, tanpa adanya ditunjang dengan peralatan yang memadai seperti tongkat borgol, televisi digital untuk memonitor lokasi yang dijaga, radio otomatis ( HT ), dan kontrol pintu otomatis serta lain sebagainya.
Bila hal – hal tersebut di atas berjalan terus tanpa adanya pemberian perhatian secara kompleks khususnya dari pihak pimpinan perkantoran, peran dan fungsi Satpam (Satuan Pengamanan) ini secara tidak langsung akan berubah ke arah timbulnya kriminalitas yang tidak dapat dibendung lagi, yang tidak menutup kemungkinan seperti contoh yang telah terjadi dimana justru Satpam (Satuan Pengamanan) tersebut menjadi otak pencurian dan perampokan di perkantoran tersebut.

PEMBERDAYAAN PERANAN SATPAM DI LINGKUNGAN PERKANTORAN

Wewenang seorang Satpam (Satuan Pengamanan) dibatasi oleh perkantorannya dan dapat dikatakan hanya merupakan pandangan filosofi. Ia ditugaskan untuk mengawasi agar peraturan dan ketentuan perkantoran dapat dijalankan selama sesuai dengan peraturan dan Undang – undang yang berlaku hingga peraturan keselamatan dan prosedur itu dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, di lingkungan perkantoran, petugas Satpam (Satuan Pengamanan) boleh dipersenjatai, memakai pakaian seragam, memberi instruksi yang harus dipatuhi, dan menerima tanggungjawab atas benda dan nyawa dengan pembatasan dari perkantoran, sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
Secara umum Satpam (Satuan Pengamanan) berhak mengontrol, memimpin, menetapkan dan bertindak sebagai hakim dalam memutuskan atau menyelesaikan perselisihan atau persoalan.
Dalam buku pedoman pelakssanaan tugas Satuan Pengamanan atau Satpam dijelaskan tentang tugas pokok, fungsi, peranan dan kegiatan Satpam (Satuan Pengamanan) .
Tugas pokok seorang Satpam (Satuan Pengamanan) adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan atau kawasan kerja, khususnya pengamanan fisik ( physical security ).
Fungsi seorang Satpam (Satuan Pengamanan) adalah melindungi dan mengamankan lingkungan atau kawasan kerja dari setiap gangguan keamanan dan ketertiban serta pelanggaran lainnya atau peraturan kerja perkantoran.
Dalam melaksanakan tugasnya , Satpam (Satuan Pengamanan) berperan sebagai unsur dalam membantu pimpinan instansi atau proyek atau badan usaha ataupun perkantoran tempat ia bertugas di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan atau area kerjanya. Selain itu Satpam (Satuan Pengamanan) juga dapat dikatakan sebagai pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban, terutama di bidang penegakan hukum dan “ Security Mindedness “ dalam lingkungan area kerja.
Kegiatan Satpam (Satuan Pengamanan) disesuaikan dengan keadaan dan lingkungan serta kebutuhan masing – masing perkantoran sebagai penjabaran dan fungsi Satpam (Satuan Pengamanan) . Oleh karena itu dalam melakssanakan tugasnya, Satpam (Satuan Pengamanan) melakukan kegiatan – kegiatan yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :
a. Mengadakan pengaturan dengan maksud menegakkan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya, khususnya yang menyangkut keamanan dan ketertiban atau tugas – tugas lain yang diberikan oleh pimpinan perkantoran yang bersangkutan seperti :
– Pengaturan tanda pengenal pegawai atau karyawan.
– Pengaturan penerimaan tamu.
– Pengaturan parkir kendaraan.
b. Melaksanakan penjagaan dengan maksud mengawasi masuk dan keluarnya orang atau barang dan mengawasi keadaan – keadaan atau hal – hal yang mencurigakan di area tempat tugasnya.
c. Melakukan perondaan di sekitar area kerja menurut rute dan waktu tertentu untuk meneliti dan memeriksa segala sesuatu yang tidak wajar atau mencurigakan atau tidak pada tempatnya yang dapat atau diperkirakan menimbulkan ancaman dan gangguan, mengatur kelancaran lalu lintas di luar kompleks atau sekitar lingkungan kerjanya.
d. Mengadakan pengawalan uang atau barang jika diperlukan dan disesuaikan dengan kebutuhan perkantoran yang bersangkutan.
e. Mengambil langkah – langkah dan tindakan sementara jika terjadi suatu tindak pidana, antara lain seperti :
– Mengamankan tempat kejadian perkara.
– Menangkap atau memborgol pelakunya ( hanya jika tertangkap tangan ).
– Menolong korban.
– Melaporkan dan meminta bantuan Polri.
– Selanjutnya memberikan bantuan serta menyerahkan penyelesaiannya kepada Polri terdekat.
f. Memberikan tanda bahaya atau keadaan darurat melalui alat – alat alarm dan kode atau isyarat tertentu jika terjadi kebakaran, bencana alam atau kejadian – kejadian yang dapat membahayakan jiwa, badan dan harta benda, serta orang banyak di sekitar area kerjanya, memberikan pertolongan dan bantuan penyelamatan.
Pada waktu melaksanakan tugas, seorang Satpam (Satuan Pengamanan) harus memperlihatkan penampilan yang mencerminkan diri sebagai seorang Satpam (Satuan Pengamanan) , selain berseragam Satpam (Satuan Pengamanan) yang dipakainya. Penampilan tersebut akan mempengaruhi kinerjanya sehingga orang lain akan melihat bahwa Satpam (Satuan Pengamanan) tersebut dapat memperlihatkan performanya. Penampilan yang harus diperhatikan sebagai seorang Satpam (Satuan Pengamanan) adalah sebagai berikut :
a. Sikap, etika, dan perilaku anggota Satpam (Satuan Pengamanan) , yang meliputi :
– Memelihara kebersihan badan, seperti rambut dan kumis yang harus dicukur rapi, cambang dan jenggot yang sebaiknya dicukur habis dan bersih, pakaian yang rapi dan bersih, yang sesuai ketentuan seragam Satpam (Satuan Pengamanan) .
– Ulet, tabah, sabar, dan percaya diri dalam mengemban tugas.
– Menaati peraturan – peraturan negara dan menghormati norma – norma yang berlaku di dalam lingkungan atau area kerja serta masyarakat.
– Memegang teguh rahasia yang dipercayakan kepadanya.
– Bertindak tegas, jujur, berani dan adil bijaksana.
– Cepat tanggap dalam memberikan perlindungan dan pengamanan pada masyarakat lingkungan kerjanya.
b. Perlengkapan perorangan anggota Satpam (Satuan Pengamanan) meliputi :
– Kartu tanda anggota Satpam (Satuan Pengamanan) .
– Kartu tanda penduduk.
– Surat keterangan lainnya, seperti SIM, surat keterangan pemegang borgol dan senjata dan lain sebagainya.
– Buku saku.
– Pensil dan pulpen.
– Peluit atau sempritan.
– Perlengkapan lain, sesuai dengan tugas dan kepentingan.
c. Tata cara menerima tamu
– Berpakaian rapi sesuai ketentuan yang berlaku.
– Sapalah tamu yang datang dengan ramah dan sopan, berdiri dan sambutlah tamu tersebut.
– Persilahkan tamu untuk duduk di kursi, di ruang tamu atau di tempat yang telah disediakan.
– Hindarkan sikap atau kesan bahwa petugas lebih penting daripada tamu.
– Perlakukan sama seperti tamu. Jangan membedakan tamu, tetapi perhatikan usia mereka, utamakan wanita dan anak – anak.
– Berikan bantuan pengarahan dan petunjuk sesuai keperluan tamu dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku di lingkungan kerja.
– Selama menerima tamu, hindarkanlah kata – kata dan sikap yang kurang simpati.
– Setelah selesai, ucapkan terima kasih, dan antarkan tamu sampai ke pintu.
d. Cara menerima dan mengirim berita melalui telepon
– Segera angkat begitu telepon berdering, jangan biarkan telepon berdering berulang – ulang.
– Berikan salam, sebutkan nama petugas Satpam (Satuan Pengamanan) dan nama perkantoran, seperti “ Selamat pagi atau siang atau malam, Satpam (Satuan Pengamanan) PT Citra Setya Bhakti (CISS), dengan ……, dengan siapa saya berbicara … dan sebagainya .“
– Suara hendaknya jelas dan berwibawa sehingga mudah didengar. Hindari kata – kata dan cara yang kurang sopan.
– Berikan jawaban yang baik dan apabila tidak menguasai materi, berikan penjelasan yang bijaksana.
– Tutup pembicaraan telepon dengan ucapan terima kasih dan selamat pagi atau siang dan seterusnya.
Prosedur penyelidikan merupakan langkah yang paling penting, terutama dalam penanganan kasus pencurian dibandingkan dengan kasus kriminal lainnya, dan sesuai dengan banyaknya pengetahuan tentang suatu perkantoran yang dianggap rahasia dan perlu dilindungi kerahasiaannya. Dalam hal ini, tenaga penyelidik yang terlatih dibutuhkan dalam jumlah yang lebih banyak.
Elemen – elemen yang biasa dipakai dalam pengawasan eksternal atas area perkantoran mencakup beberapa faktor di bawah ini, yaitu :
a. Lingkungan umum ( General environment )
b. Rintangan sekeliling ( Perimeter Barrier )
c. Pagar rintangan luar ( Exterior Barriers )
Elemen – elemen yang biasa dipakai dalam pengawasan internal pada fasilitas perkantoran mencakup beberapa faktor di bawah ini, yaitu :
a. Pengawasan di dalam ( Interior Control )
b. Pengawasan personil dan tamu ( Personnel and visitor controls )
c. Perencanaan kebakaran dan situasi darurat ( Fire and emergency planning )
d. Pengawasan prosedur perkantoran ( Procedural Control )
Untuk menganalisis dan mengevaluasi masing – masing wilayah haruslah tegas, tidak ada yang terlupakan.
Petugas Satpam (Satuan Pengamanan) akan mengamati setiap bagian dan hubungan diantaranya, seperti hubungan antara pagar, penerangan, lubang kunci, pintu – pintu, teralis, alarm, penjaga keamanan dan prosedur perkantoran dan mengintegrasikannya ke dalam sistem keseimbangan pencegah kerugian ( balance of lost preventive system ).
Penentuan pengawasan internal dan eksternal sebagai tujuan dari program Satpam (Satuan Pengamanan) akan memberikan dampak atau efek pada bagian – bagian perkantoran lainnya.
Dalam hal terakhir, biaya atau ongkos Satpam (Satuan Pengamanan) juga harus diperhitungkan agar seimbang dengan potensi kerugian perkantoran.

Tugas, tanggung jawab, dan peranan anggota Satpam (Satuan Pengamanan) adalah sebagai pembantu pimpinan perkantoran swasta maupun negara di bidang keamanan lingkungan atau area kerjanya. Satpam (Satuan Pengamanan) juga merupakan pembantu Kepolisian dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di bidang penegakan hukum dalam lingkungan atau area kerjanya.

Keberadaan Satpam (Satuan Pengamanan) yang dapat diandalkan merupakan suatu keharusan. Oleh karena itu, berbagai upaya peningkatan kemampuan Satpam (Satuan Pengamanan) perlu dilaksanakan dengan kurikulum pendidikan yang berjenjang dan berkelanjutan.

 

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Sistem Keamanan yang Harus Ada di Apartemen

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Banyak manfaat yang bisa Anda nikmati dari sistem keamanan di apartemen. Tentu akan  menimbulkan stres dan kecemasan bila Anda tinggal di tempat yang tidak membuat Anda aman. Adanya sistem keamanan membuat Anda merasa lebih aman di malam hari dan mengurangi stres dan kecemasan. Bila tidak merasa aman, Anda tidak bisa nyaman tinggal di apartemen.

Ketika tinggal di apartemen, rasa aman jadi satu hal yang penting. Berbagi gedung dengan banyak orang terlihat seperti sebuah risiko keamanan tapi sistem keamanan yang baik membuat Anda bisa nyaman dan aman tinggal di apartemen.

Berikut ini sistem keamanan yang harus ada di apartemen yang Anda pilih:

Personil keamanan 24 jam

Salah satu sistem keamanan yang harus ada di apartemen adalah petugas yang menjaga keamanan 24 jam. Petugas keamanan membuat para penghuni merasa aman dan nyaman. Petugas keamanan yang bekerja dengan baik membuat penghuni bisa tinggal di apartemen tanpa rasa takut akan terjadi tindakan kejahatan atau hal yang tidak diinginkan lainnya. Petugas juga bisa memastikan keamanan unit Anda di saat Anda harus pergi jauh untuk waktu yang cukup lama.

Pembagian tugas dari personil keamanan di apartemen berbeda-beda. Beberapa personil ditugaskan menjaga pintu masuk utama apartemen, ada yang ditugaskan menjaga pintu apartemen, lobby, serta setiap lantai apartemen. Untuk membantu kerja personil keamanan, biasanya digunakan kamera pengintai atau CCTV. Ini bertujuan sebagai langkah pencegahan bila terjadi hal yang mencurigakan.

Petugas keamanan yang bekerja di apartemen memeriksa orang yang masuk ke apartemen. Bergantung luas dan tinggi lantai gedung, tapi biasanya petugas keamanan yang bertugas berjumlah sekitar 25 orang. Pembagian tugas dibagi dalam 5 pos yang masing-masing dijaga oleh 5 orang. Pos-pos yang ada yaitu pos pintu masuk, pos pintu keluar, pos pintu barang, lobi utama, dan ruang televisi pengawas atau CCTV. Sisa personil keamanan bertugas berkeliling di dalam maupun luar gedung apartemen.

CCTV

memiliki peran penting untuk memeriksa keadaan di sekitar apartemen. CCTV telah banyak digunakan di banyak tempat, tidak terkecuali di apartemen. Tujuannya, bila terjadi tindak kejahatan, CCTV dapat membuktikannya melalui rekaman di dalamnya. Pelaku kejahatan bisa lebih mudah teridentifikasi dengan bantuan CCTV.

Kadang orang tidak menyadari keberadaan CCTV karena ukurannya yang sangat kecil. CCTV diletakkan di area yang banyak dikunjungi orang maupun tempat yang sepi. Lift, lobby, lorong, halaman, serta basement apartemen biasanya dilengkapi dengan CCTV.

CCTV dinilai efektif membantu kerja personil keamanan. Tujuannya untuk melakukan tindakan pencegahan apabila terjadi hal yang mencurigakan. Meski begitu, sistem keamanan dengan CCTV tidak bisa memberantas tidak kejahatan sepenuhnya. Rekaman yang ada di CCTV bisa jadi bukti tindakan kejahatan yang terjadi untuk membantu mengungkap kejahatan.

Sistem keamanan dengan akses kartu

Gedung perkantoran maupun apartemen membutuhkan sistem keamanan dengan akses kartu. Card access system merupakan sistem keamanan berupa kartu yang digunakan penghuni apartemen maupun tamu untuk mengakses apartemen. Selain penghuni tidak bisa masuk ke apartemen tanpa memiliki kartu.

Sistem pengunci pintu dengan akses kartu dilengkapi dengan pengaman darurat. Bila terjadi kebakaran, misalnya, pintu akan secara otomatis terbuka setelah ada sinyal dari sistem alarm kebakaran.

Anda juga bisa meningkatkan sistem keamanan di unit apartemen Anda sendiri. Salah satu caranya dengan mengganti kunci apartemen, untuk mengurangi risiko orang yang tidak diinginkan masuk ke unit Anda. Banyak pemilik mengatakan telah mengganti kunci, tapi kadang manajemen apartemen hanya mengganti kunci dengan kunci apartemen di unit lain, begitu seterusnya. Ketika pindah ke apartemen, Anda tidak tahu berapa banyak penyewa sebelumnya yang masih memegang kunci unit tersebut. Minta pemilik apartemen mengganti kunci dengan yang baru, bukan dengan kunci yang pernah dipakai sebelumnya.

 

Hubungi kami sekarang juga: Jasa Pengamanan Satpam

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

SATUAN PENGAMANAN (SATPAM) CISS

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

ARTI LAMBANG

  • PERISAI : melambangkan bahwa satpam adalah merupakan perisai untuk menghadapi segala ancaman dan gangguan keamanan dilingkungan kerjanya.
  • GADA : melambangkan kesiapsiagaan dan disiplin yang tinggi dalam melaksanakan
    tugas.
  • PADI & KAPAS : adalah lambang dari kesejahteraan yang merupakan tujuan dari pengamanan.
  • NYALA API : melambangkan semangat yang berkobar-kobar dan pantang mundur terhadap setiap hambatan.

 

ARTI MONOGRAM

  • LINGKARAN : melambangkan kesatuan tekad.
  • KELOPAK BUNGA : melambangkan ketulusan hati dan pengabdian.
  • PERISAI : arti sama dengan di emblem
  • GADA : arti sama dengan di emblem
  • NYALA API : arti sama dengan di emblem

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

PRINSIP PENUNTUN SATPAM

  • kami anggota satuan pengamanan memegang teguh disiplin, patuh dan taat pada pimpinan ,jujur dan bertanggung jawab.
  • kami anggota satuan pengamanan senantiasa waspada dalam melaksanaan tugas sebagai pengaman dan penertib dilingkungan kerja.

 

JANJI SATPAM

  • Setia dan menjunjung tinggi pancasila dan undang- undang dasar 1945.
  • Memegang teguh disiplin,patuh dan taat kepada pimpinan serta berani bertanggung jawab terhadap setiap pelaksanaan tugas.
  • Senantiasa memelihara dan meningkatkan kewaspadaan serta kemampuan tugas demi tercapainya keamanan lingkungan
Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Plotingan Satpam PT. Citra Setya Bhakti (CISS)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

CITRA SETYA BHAKTI (CISS)

 

PANDUAN SECURITY

SATUAN PENGAMANAN
Satpam yang merupakan singkatan dari Satuan Pengamanan, adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.
Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengemban fungsi kepolisian. Oleh karena itu, lembaga satuan pengamanan secara resmi dibentuk pada 30 Desember 1980 melalui surat keputusan kepala kepolisian negara.
Keperuntukan keamanan pada umumnya adalah untuk mengamankan asset, kawasan atau wilayah, suatu intansi atau perusahaan serta dapat memberikan rasa nyaman bagi intansi tersebut, dalam beraktifitas dan menjalankan kegiatan sesuai fungsinya masing-masing.
Sudah Barang tentu suatu perusahaan apa bila keamanan serta kenyamanannya terganggu oleh pihak luar maupun dalam, saat beraktifitas atau bekerja akan terganggu.
Keamanan adalah garda depan suatu perusahaan, bukan suatu yang menghasilkan produksi tapi sebagai managemen yang menjaga hasil produksi dari perusahaan atau intansi tersebut.
Untuk jumlah atau kekuatan personil pada umumnya dilihat dari luas wilayah yang dimiliki suatu perusahaan atau intansi, tindak kerawanan yang terjadi di lingkungan sekitar serta aset – aset yang dimiliki oleh perusahaan atau intansi tersebut.
Suatu perusahaan yang memiliki wilayah yang luas, tingkat kerawanan yang tinggi serta memiki aset yang besar sudah barang tentu jumlah personilnya membutuhkan lebih banyak. dilihat dari titik – titik rawan serta keperuntukan – keperuntukan yang lain yang Berkaitan dengan keamanan.
keamananpun harus provesional dan siap terjun dilapangan serta siap di plot (ditempatkan) dan dalam waktu atau cuaca apapun. personil keamanan wajib disiplin, jujur, berani, dan bertanggung jawab terhadap perusahaan atau intasi tugasnya.

JENJANG PELATIHAN
Jenjang pelatihan satpam ada 3 tingkat yaitu :
Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l. Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan;
Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran dan
Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan. Pola 100 jam pelajaran.
Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan satpam. Kepolisian Wilayah, Kepolisian Wilayah Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Resor Kota hanya melakukan latihan penyegaran.

PERANAN
Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai
Unsur membantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan kerja.
Unsur Membantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.

TUGAS DAN FUNGSI KEAMANAN
Kegiatan seorang petugas Keamanan terdiri dari

PENGATURAN.
Pengaturan disini dilihat dari medan yang diamankan, fungsi tambahan yang di keluarkan oleh perusahaan atau pimpinan keamanan. Dan dilihat dari kebutuhan perusahaan

PENJAGAAN
Setiap keamanan memiliki fungsi dan tugas yang sama secara umum menjaga dan mengamankan semua asset, karyawan, atasan dan keamanan kerja dilingkungan kerja atau tempat-tempat tertentu sesuai dengan ploting yang diatur oleh perusahaan atau atasan. Dan dituntut seorang keamanan yang memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, kejujuran tinggi.

PENGAWALAN
Melakukan pengawalan pada atasan atau asset perusahaan yang dibawa atau dipindahkan, atau diambil dari tempat lain yang diperlukan perusahaan atau yang dikeluarkan oleh perusahaan. Dan bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dan kenyamanan selama dalam perjalanan sampai tujuan yang dimaksut.

PATROLI
Tugas ini diwajibkan kepada setiap keamanan yang ditempatkan disetiap plot yang sudah diatur oleh atasan atau yang sudah ditunjuk oleh atasan keamanan guna melakukan kegiatan ini. Dan dapat melakukan pencegahan apabila dalam melakukan patroli mendapati hal-hal yang mencurigagan atau janggal dan melakukan pencekalan apabila terdapat hal-hal yang merupakan suatu pelanggaran didalam sistem pengamanan.

PENYIDIKAN DAN PENYELIDIKAN
Kemampuan penyidikan dan penyelidikan setiap kejadian harus dimiliki oleh setiap personil sebelum ditangani oleh pihak yang berwajib, fungsi supaya dapat menggantisipasi sebelumnya untuk tidak terjadi hal-hal yang demikian

PELAPORAN
Seorang keamanan harus dapat membuat laporan kepada atasan dan harus melaporkan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk dilaporkan dan untuk diketahui oleh atasan atau pihak perusahaan. Dan dapat mengetahui kejadian tersebut penting atau tidaknya untuk dilaporkan atau dimutasikan.

MENGAMANKAN
Keamanan mempunyai hak untuk mengamankan pelaku dan mengamankan barang bukti atau mencari barang bukti serta dapat meminta saksi-saksi yang benar mengetahui kejadian dan wajib menjadi saksi apabila personil tersebut mengetahui kejadian tersebut.

SENYUM, SAPA, SALAM, TINDAK { S³T}
SENYUM
Biasakan senyum untuk menerima tamu, karena dengan senyum tamu akan merasa dihargai dan dihormati.

SAPA
Sapalah tamu sebelum anda disapa, Tanya keperluannya dengan sopan, sampaikan hal tersebut kepada yang dituju oleh tamu, diperbolehkan masuk atau tidak, apabila diperbolehkan, arahkan tamu tersebut kepada yang bersangkutan. Dan apabila tidak lakukan penolakan secara baik-baik dengan alasan yang tidak menyinggung perasaan tamu. Hal tersebut diatas biasanya digunakan apabila yang bersangkutan bertugas dipos jaga kantor atau didalam kantor.

SALAM
Ucapkan salam yang bersifat umum kepada tamu. Perlakukan tamu dengan sebaik-baiknya.
Ucapan-ucapan
Selamat siang,. Apa ada yang bisa saya Bantu,. Trimakasih,. Maaf pak,. Silahkan pak / bu

TINDAK
Apa bila ada tamu yang melanggar ketertiban didalam lingkungan perusahaan atau kantor terlebih dahulu dilakukan teguran secara baik-baik, dinasehati dan apabila yang bersangkutan masih melakukan dan tidak mengindahkan teguran tersebut amankan……….

PLOTING PERSONIL
Jumlah personil yang dimiliki oleh perusahaan yang nantinya akan ditempatkan atau di ploting harus disesuaikan. Penyesuaian tersebut harus dilakukan oleh atasan keamanan, dan atasan tersebut harus mengetahui lokasi – lokasi mana saja yang akan ditempatkan personil keamanan tersebut.
Untuk melihat berapa atau tempat mana saja yang harus ditempatkan personil dapat dilihat dari:

  • Kerawanan lokasi
  • Penyesuaian jumlah personil yang dimiliki.
  • Asset yang terdapat dilokasi
  • Luasnya lokasi
  • Pos keluar masuk kendaraan dan tamu.

Kantor perusahaan
Kekuatan personil yang akan diplot oleh atasan keamanan dapat di pelajari dari beberapa aspek diatas, dengan demikian atasan keamanan dapat menentukan berapa personil yang diperlukan dilokasi ploting tersebut.

ATRIBUT DAN SENJATA

ATRIBUT
Wajib bagi seorang keamanan memiliki seragam dan atribut lengkap sesuai dengan kebutuhan serta dituntut memiliki KTA, IJIN SAJAM dan BORGOL, yang dikeluarkan oleh polres atau polda setempat supaya legalitas tampilan keamanan berwibaya { Bukan Satpam Gadungan } dan dapat dipertanggung jawabkan.

SAJAM
· Sangkur komando
· Sangkur lempar

BORGOL
Borgol yang digunakan oleh keamanan yaitu borgol setandar polri yaitu borgol lengan dan borgol ibu jari.
Fungsi dari borgol tersebut adalah untuk mengamankan tersangka tindak perkara, sebelum dibawa kepada pihak yang berwajib, dapat juga sebagai alat pembela diri dengan tehnik-tehnik tertentu.

SENPI
Sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara.
Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah
Senjata api bahu, jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA
Senjata api genggam, jenis pistol atau jenis revolver ; kaliber 0.32 inch; kaliber 0.25 inch; kaliber 0.22 inch
Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi/proyek/badan usah dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas, tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen/silinder untuk setiap pucuk senjata api.
Referensi Peraturan Kepala Polri No. Pol. 18 Tahun 2006
Ketentuan perizinan senjata api ini diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/244/II/1999 tertanggal 26 Februari 1999tentang Ketentuan Perizinan Senjata Api Non-Organik ABRI untuk Bela Diri.

SARANA PENUNJANG

IFENTARIS
IFENTARIS yang digunakan dan yang merupakan sarana penunjang keamanan harus di gunakan dan dijaga oleh setiap personil keamanan dengan sebaik-baiknya dan apabila hilang atau rusah bertanggung jawab sepenuhnya oleh yang melakukan atau semua keamanan, yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban oleh pihak perusahaan.

BUKU TAMU
Setiap tamu yang berkepentingan di areal perusahaan wajip lapor kepada personil keamanan dan wajib mengisi buku tamu guna mengidentifikasi apabila ada sesuatu hal yang tidak di inginkan. Dan bagi tamu karyawan yang menginap di dalam atau di MESS perusahan wajib lapor dan setiap tamu wajib meninggalkan identitas yang masih berlaku di pos piket.

BUKU MUTASI
Buku ini berfungsu untuk meninjau ulang segala kejadia yang terjadi dilokasi piket yang bersipat penting atau tidak, setiap personil piket wajib mengisi buku mutasi dengan jelas dan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dimuat di dalalm buku mutasi tersebut dan wajib membukukan apabila ada laporan dari personil yang patroli atau personil yang diplot di lokasi ploting yang sudah ditentukan yang wajib diisi oleh personil keamanan yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban atasan keamanan.

POS PORTAL
Pos keamanan suatu intansi atau perusahaan berfungsi untuk pemeriksaan yang bersifat Global Atau menyeluruh, adapun yang diperikasa antara lain:
kendaraan tamu atau karyawan yang keluar masuk
Tamu yang keluar atau masuk
Barang bawaan karyawan atau tamu yang keluar masuk
Pos keamanan berfungsi juga untuk menerima laporan dari personil yang diploting di plot masing-masing menggunakan sarana Radio Komunikasi atau secara langsung { LAPSIT } laporan situasi yang nantinya harus di bukukan kedalam buku mutasi.
Portal berfungsi untuk mengantisipasi kendaraan tamu atau karyawan yang menerobos karena tidak berkenan untuk melapor atau untuk diperiksa oleh personil keamanan.
Personil dipos memiliki hak penuh untuk memeriksa atau menghentikan kendaraan siapapun tanpa terkecuali guna pemeriksaan dan pencatatan untuk laporan harian personil piket itu sendiri.

TINDAKAN PERTAMA TEMPAT KEJADIAN PERKARA { TPTKP }
Apabila ada perkara kejadian khususnya dilingkungan kerja
Laporkan perkara tesebut kepada DANRU atau CHIEF
Pelajari TKP
Pelajari BOBOT, DAMPAK, EFEK dari perkara tersebut sebelum melaporkan kepada pihak yang berwajib { POLISI }
Apabila perkara tersebut memang harus dilaporkan maka……
Laporan ke pihak kepolisian
Amankan TKP / korban,/Pelaku
Jangan menyentuh barang apapun yang ada di TKP guna memudahkan penyelidikan pihak kepolisian, apabila olah TKP diperlukan untuk mengumpulkan bukti-bukti,hal ini dilakukan apabila perkata tersebut diatas merupakan tindak pencurian atau pembunuhan.
Jangan mengijinkan siapun kecuali Petugas masuk ke TKP
Apabila pada saat kejadian keamanan berada ditempat kejadian, yang bersangkutan wajib untuk menjadi saksi atas kejadian tersebut
Informasikan kepada petugas apa yang anda ketahui, mengenai TKP / korban, sebelum kejadian tersebut, untuk mempermudah pihak kepolisian menindak lanjuti atas perkara tersebut

INTROGASI KEJADIAN
untuk mengetahui dan menindak lanjuti perkara-perkara kejadian yang terjadi di lingkungan atau kejadian tersebut terjadi pada karyawan, maka harus di lakukan Introgasi saksi-saksi, pelaku, korban tersebut guna mendapatkan keterangan mengenai perkara tersebut.
Pertanyaan-pertanyaan inti….SI ADI DE MEN BA TU
Siapa…………………….?
Ada dimana…………….?
Ada siapa……………….?
Dengan siapa, …..………?
Menggunakan apa……..?
Mengapa………………..?
Bagaimana………………?
Waktu……………………?
Perluas kalimat-kalimat tersebut diatas guna mendapat keterangan yang diperlukan pada saat Introgasi.

KOMANDAN REGU { DANRU }
Komandan regu harus memiliki pengalaman dan kemampuan yang lebih dari personil keamanan yang lain. Disamping itu harus memiliki kemampuan untuk membaca situasi dilingkungan kerja dan dapat menggambil keputusan apabila ada sesuatu hal
Tugas
Menjadwal personil masing – masing regu.
Mengatur ploting personil.
Menerima laporan [in put] dari personil.
Melanjutkan laporan [in put] ke chief security.
Bertanggung jawab atas personil masing – masing.
Mengecek absent, buku mutasi, buku tamu, minimal 2 minggu sekali.
Menampung arahan dan masukan dari personi
Fungsi :
Danru adalah panjang tangan dari chief security, memiliki tugas yang berbeda dengan anggota lainnya.memiliki wewenang untuk mengatur dan menegur anggota Keamanan yang tidak taat pada peraturan perusahaan atau peraturan dari managemen keamanan itu sendiri.
Danru harus selalu siap apabila diperlukan oleh chief guna kepentingan angota dan perusahaan.
Danru memiliki hak untuk memindahkan personil di plot yang tadinya sudah ditentukan, sesudah mempelajari tindak kerawanan dititik tersebut.
Memiliki jam kerja yang lebih dibanding anggotanya.
Dituntut Royalitas kerja yang tinggi.

PELANGGARAN – PELANGGARAN
Adapun beberapa pelanggaran yang sering dilakukan oleh personil antara lain:

  • Datang tidak tepat waktu
  • Tidur pada saat piket
  • Pulang tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
  • Tidak melakukan patroli di plot yang sudah ditentukan
  • Tidak berada diplot seperti yang sudah ditentukan
  • Tidak mengikuti peraturan perusahaan
  • Tidak memeriksa kendaraan yang keluar masuk ( untuk yang piket di pos portal )
  • Tidak mengisi buku mutasi.
  • Izin tidak melapor.
    Pelanggaran – pelanggaran tersebut diatas dapat dikenakan sanksi { PERINGATAN }oleh pihak perusahaan, secara lisan { TEGURAN } atau secara tulisan { SURAT PERINGATAN }
    RAZIA
    Razia { Pemeriksaan } adalah pemeriksaan terhadap karyawan tanpa terkecuali yang bertujuan untuk menggantisipasi tindak pencurian atau pelanggaran lain yang kemunggkinan besar dilakukan oleh karyawan perusahaan itu sendiri.
    Penindakan dapat dilakukan oleh pihak keamanan yang dibantu oleh pihak lain yang berkompeten dan dapat dimintai pertanggung jawaban atau pihak yang diminta oleh pihak keamanan untuk membantu dan demi lancarnya kegiatan itu sendiri.
    Semua karyawan wajib diperiksa, sarana yang dibawa pada saat itu yang kemungkinan besar merupakan sarana untuk membawa barang atau asset yang dimiliki oleh perusahaan atau sajam sarana tersebut antara lain: Tas karyawan, Mobil karyawan dan dll wajib untuk diperiksa dengan teliti.
    Pemeriksaan atau Razia ini bukan mencurigai tapi mengantisipasi tindak pencurian atau pelanggaran yang akan merugikan perusahaan atau melanggara peraturan perusahaan itu sendiri.
    Apabila ada karyawan melakukan tindakan pelanggaran lakukan tindakan:
    Amankan barang bukti dari tindakan pelanggaran tersebut
    Minta data lengkap pelaku atau minta identitas pelaku secara lengkap
    Laporkan kepada atasan untuk tindak lanjut.
    Lakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan.
    Introgasi dan akan di muat kedalam berita acara
    Apabila pelanggaran itu merupakan tidak pencurian yang mengharuskan pelaku untuk dilaporkan kepada pihak yang berwajib maka laporkan dan disertai oleh berita acara tersebut.

BERITA ACARA
Berita acara adalah laporan suatu kejadian, diambil dari keterangan-keterangan saksi atau pelaku atau korban.Berita acara harus dibuat dengan sedetail mungkin guna laporan kepada atasan dan harus sesuai dengan apa yang terjadi lapangan. Dan seorang keamanan harus bisa membuat berita acara tersebut dengan terlebih dahulu harus :
Melakukan pengecekan TKP
Memanggil Saksi – saksi
Memanggil Pelaku / Tersangka
Memanggil Korban
Dan fungsi berita acara tersebut selain untuk laporan kepada atasan juga berfungsi untuk laporan kepolisian apabila perkara tersebut dilanjutkan kepada pihak kepolisian.

OVER SHIFT
OVER SHIFT adalah pergantian waktu atau jam tugas yang dilakukan setiap hari oleh setiap personil. yang harus di pelajari dalam hal ini adalah pada saat jam penggantian shift dimana shift yang lama harus menunggu sampai shift yang baru tiba dilokasi, dan dilakukan kordinasi sebelum pulang { minimal 20 menit }adapun kordinasi tersebut berfungsi untuk mengetahui segala sesuatu yang telah terjadi pada shieft lama, dan harus dilakukan serah terima ifentaris serta dilakukan pengecekan ifentaris oleh shift baru supaya tidak ada kesalahan dalam pendataan, dengan apa yang ada dilokasi ploting.

RADIO KOMUNIKASI { HT }
Radio komunikasi berfungsi untuk memberikan laporan kepada personil lain. Laporan-laporan tersebut dapat dilakukan untuk menginformasian situasi yang terjadi di ploting dimana personil tersebut di tempatkan,dan supaya diketahui oleh personil lain yang berposisi di plot masing-masing.
Apabila terjadi sesuatu dimana ploting personil berada, segera laporkan kepada personil yang lain menggunakan HT terseput supaya dapat diketahui dan apabila diperlukan bantuan , maka personil yang mengetahui wajib membantu personil yang memerlukan bantuan tersebut.
Selama dalam piket seorang keamanan yang memiliki fasilitas HT di larang keras mematikan sarana tersebut, guna mendapatkan laporan dari rekan-rekan sesama piket. Dan apabila di panggil oleh personil lain wajib menjawab apabila personil tersebut dapat menerima input dari personil yang memanggil.
Berkomunikasilah dengan bahasa yng sopan, tidak menggandung sara dan pornografi, dan dilarang keras menggunakan fasilitas tersebut untuk berkomunikasi dengan tujuan menghasut, mencaci, memarahi DLL yang tidak sesuai dengan etika berbicara atau etika agama.

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pengertian Satuan Pengamanan (Security Guard)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Pengertian Satuan Pengamanan (Security Guard)

Satuan Pengamanan atau sering juga disingkat Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

Definisi lain menyebut satuan keamanan atau security guard adalah tim atau kelompok yang bertugas mengamankan aset dari tindakan kejahatan atau kerusakan.

Fungsi Satuan Pengamanan (Security Guard)

Melindungi dan mengayomi lingkungan /tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya

Tugas umum Satuan Pengamanan (Security Guard)

Tugas pokok yaitu menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan obyek pengamanan khususnya pengamanan fisik yang bersifat preventif.

  • Mengamankan suatu aset, instansi, proyek, bangunan, properti atau tempat dan melakukan pemantauan peralatan, pengawasan, pemeriksaaa dan jalur akses, untuk memastikan keamanan dan mencegah kerugian atau kerusakan yang disengaja.
  • Melakukan tindakan preventif keamanan.
  • Kontrol lalu lintas dengan mengarahkan driver.
  • Melengkapi laporan dengan mencatat pengamatan, informasi, kejadian, dan kegiatan pengawasan.
  • Mempertahankan lingkungan dengan memantau dan pengaturan bangunan dan kontrol peralatan.
  • Menjaga stabilitas dan reputasi organisasi dengan memenuhi persyaratan hukum.
  • Memastikan pengoperasian peralatan dengan melengkapi persyaratan pemeliharaan preventif; mengikuti instruksi, mengevaluasi peralatan baru dan teknik.
  • Kontribusi untuk tim upaya mencapai hasil terkait yang diperlukan.
  • Mencegah dan deteksi dini penyusup, kegiatan atau orang yang masuk secara tak sah, vandalisme atau penerobos/peloncat pagar di wilayah kuasa tempat perusahaan (teritoir gebied/ruimte gebied)
  • Mencegah dan deteksi dini pencurian, kehilangan, penyalahgunaan atau penggelapan perkakas, mesin, komputer, peralatan, sediaan barang, uang, obligasi, saham, catatan atau dokumen atau surat-surat berharga milik perusahaan
  • Melindungi (pengawalan) terhadap bahaya fisik (orang dan barang yang menjadi aset milik perusahaan atau perorangan)
  • Melakukan kontrol/pengendalian, pengaturan lalu lintas (orang, kendaraan dan barang) untuk menjamin perlindungan aset perusahaan
  • Melakukan upaya kepatuhan, penegakan tata tertib dan menerapkan kebijakan perusahaan, peraturan kerja dan praktik-praktik dalam rangka pencegahan tindak kejahatan
  • Melapor dan menangani awal (TPTKP) terhadap pelanggaran
  • Melapor dan menangani kejadian dan panggilan/permintaan bantuan Satpam, termasuk konsep, pemasangan dan pemeliharaan sistem alarm.

Tanggung Jawab Petugas Keamanan Pekerjaan (Security Guard)

Mempertahankan lingkungan yang aman dan nyaman untuk pelanggan dan karyawan dengan patroli, pengawasan pemeriksaan dan pemantauan.

Syarat & Keterampilan Satuan Pengamanan (Security Guard)

Beberapa kualifikasi umum diterakan untuk mendapatkan satuan pengamanan yang profesional dan diantaranya adalah:

  • Surveillance Keterampilan, Objektivitas, kontrol emosional, Integritas, Manajemen Keselamatan, Profesionalisme, Keterampilan Pelaporan, Lulus tes kesehatan dan kesamaptaan, lulus psikotes, sertifikat bebas narkoba.
  • Mengikuti diklat minimal Garda Pratama Dari Polri

Fungsi dan Peran Satuan Pengamanan (SATPAM)

Bayangkan ketika kita akan membangun sebuah gedung, apa yang akan kita persiapkan terlebih dahulu? Tentu saja membangun fondasinya, bukan? Semakin tinggi gedung yang akan kita bangun, maka semakin kokoh pula fondasi yang harus dibangun.Begitu pula dengan profesi Satpam, apabila kita berniat untuk menjadi seorang profesional dalam bidang pengamanan, atau kita mau berkarir di bidang kesatpaman, maka yang pertama kali kita harus mengerti dan fahami adalah Pengertian, Tugas Pokok, Fungsi dan Peran Satpam.

Untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik, seorang petugas Satpam wajib memahami Tugas pokok, fungsi Satpam, serta peran seorang petugas Satpam. Apabila seorang Anggota Satpam mengetahui dan memahami pengertian dari Satpam, maka ia akan mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan Tugas Pokok Satpam dan dapat membantu penegakan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sejarah Terbentuknya Satpam

Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa Polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam menciptakan masyarakat dan lingkungan yang aman dan tertib, hal inilah yang mendorong  terbentuknya satpam di Indonesia. Kapolri (ketika itu dijabat Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin ) mengeluarkan Surat Keputusan Kapolri; No. SKEP/126/XII/1980 tertanggal 30 Desember 1980 Tentang Pola Pembinaan Satuan Pengamanan.

Selanjutnya, pada 30 Desember 1993, Polri mengukuhkan Jenderal Polisi (Purn) Prof. DR. Awaloedin Djamin menjadi Bapak Satpam dan menetapkan hari lahirnya Satpam Indonesia pada tanggal 30 Desember.

Seiring dengan berjalannya waktu, Satpam dituntut untuk lebih profesional baik dari segi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, prosedur, proses dan SDM nya, maka dikeluarkanlah Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No 24 Tahun 2007 Tanggal 10 Desember 2007 mengenai Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

Pengertian Satpam

Kalau kita ditanya “Apa itu Satpam?” Maka biasanya dijawab “Satuan Pengamanan” padahal itu adalah kepanjangan dari singkatan Satpam, bukan pengertian Satpam itu sendiri. Yang tepat adalah “Satuan Pengamanan yang selanjutnya disingkat Satpam adalah satuan atau kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/ badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa dilingkungan kerjanya” (Peraturan Kepala  Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah, BAB I, Pasal 1, Ayat 6).

Mari kita bahas pengertian ini, disini disebutkan “Satuan atau kelompok”, ini berarti seorang Satpam bisa bertugas menempati Pos Penjagaan seorang diri atau berkelompok, kalau berkelompok berarti harus ada yang memimpin, bisa itu Kepala Satpam, Komandan Regu (Danru) atau anggota senior (yang dituakan).

Coba bayangkan sekelompok anak Ayam yang tidak ada induknya, apa yang terjadi? Kacau balau bukan? Itu yang akan terjadi apabila dalam suatu kelompok / regu Satpam tidak ada yang memimpin atau memegang komando.

Sedangkan yang dimaksud dengan kataPetugas mengandung arti bahwa Satpam adalah masyarakat biasa yang telah dididik dan dilatih dalam bidang keamanan. Catat ya? Telah dididik dan dilatih! Dimana dididik dan dilatihnya? Dididik dan dilatihnya di Lembaga Pendidikan POLRI atau BUJP yang telah memenuhi syarat. Dari mana Sertifikat Satpamnya? Dari POLDA setempat.

Banyak teman-teman kita yang mengaku petugas keamanan tetapi tidak pernah ikutan pendidikan Satpam Gada Pratama, Gada Madya atau Gada Utama. Sertifikat Satpamnya dari hasil “Nembak”….Dorrr!!! Maka di lapangan Satpam seperti itu akan terkapar karena tidak punya ilmu kesatpaman, dia akan terus dikomplen, pindah dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.

Kalau kita membawa kendaraan tidak membawa SIM, apa yang akan terjadi? Kena tilang bukan? Tidak bawa/punya SIM tidak boleh mengendarai kendaraan. Sama saja kalau seorang Anggota Satpam bertugas mengamankan area, maka ia harus membawa Kartu Anggota Satpam, dari mana KTA nya? Dari POLDA setempat, bagai mana pengajuannya? Harus melampirkan Sertifikat Satpam. Jadi kalau Sertifikatnya hasil nembak? Tidak bisa mengajukan KTA Satpam karena tidak teregistrasi (terdaftar), kalau tidak punya KTA Satpam? ……. (Silahkan dijawab sendiri).

Perusahaan adalah suatu badan yang melakukan kegiatannya berorientasi komersial yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan Instansi/lembaga Pemerintah adalah organisasi pemerintah selain Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berorientasi pada fungsi pelayanan masyarakat, yang menyelenggarakan Satuan Pengamanan.
Kalau ada anggota Satpam non-organik ditanya dimana bekerja, biasanya akan menjawab di yayasan, padahal itu adalah jawaban yang keliru. Yayasan bergerak dalam bidang sosial, bukan keamanan. Jadi perusahaan apa dong yang bisa mendidik dan menyalurkan Satpam? Perusahaan itu adalah Badan Usaha Jasa Pengamanan yang selanjutnya disingkat BUJP. BUJP adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang penyediaan tenaga pengamanan, pelatihan keamanan, kawal angkut uang/barang berharga, konsultasi keamanan, penerapan peralatan keamanan, dan penyediaan satwa untuk pengamanan. Sekali lagi catat, ya? Perusahaan yang berbentuk “PT” bukan yayasan, koperasi, CV, Ormas, LSM, Perguruan Beladiri, dll.

Anggota Satpam bertugas untuk melaksanakan pengamanan, artinya membuat area menjadi aman. Apa artinya aman itu sendiri?….. TKA? ……………..kondusif?…. kondusif itu keadaan yang seperti apa?………….

Supaya kita bisa berhasil mencapai suatu tujuan, kita harus tahu dulu apa tujuannya? Sama dengan pelaksanaan pengamanan, kita harus tahu dulu apa itu aman. Aman adalah suatu keadaan yang bebas dari gangguan, bebas dari ancaman dan bebas berisiko.

Gangguan dan ancaman bisa berasal dari mana saja? Gangguan dan ancaman bisa berasal dari dalam dan luar area. Dari dalam seperti : penggelapan (Pencurian oleh karyawan, penghilangan, korupsi, dll), sabotase (perusakan, dll), penggunaan asset tanpa hak, dll. Dari luar seperti pencurian, perampokan, perampasan, premanisme, penyerobotan, demo massa, kerusuhan, dll.

Resiko apa saja yang bisa terjadi di tempat kerja? Yaitu resiko kecelakaan, keadaan darurat, bencana alam, dll.

Dimana kita melaksanakan pengamanan? Kita melaksanakan pengamanan di Pos Jaga atau tempat kerja, apa yang dimaksud dengan tempat kerja?……Tempat kerja adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Apa yang di maksud dengan “Swakarsa”? “Swa” artinya “Sendiri” dan “Karsa” artinya “kehendak”. Jadi yang dimaksud dengan “swakarsa” adalah keinginan (kemauan) sendiri yg timbul tanpa dorongan (paksaan) dari orang / lembaga lain. Siapa yang memiliki “Swakarsa-nya”? Yang berkehendaknya adalah pemilik / manajemen di perusahaan / lembaga / lokasi yang kita jaga supaya areanya menjadi aman dan tertib.

Kenapa Satpam hanya bisa menjalankan fungsinya sebagai pengaman dan penertib di lingkungan kerja nya saja? karena Satpam mengemban tugas kepolisian terbatas baik secara area kerja maupun kewenangannya.

Tugas Pokok Satpam

Maksud dari “Tugas Pokok” adalah :

  • Suatu kewajiban yang harus dikerjakan
  • Pekerjaan yang merupakan tanggungjawab
  • Perintah untuk berbuat atau melakukan sesuatu demi mencapai suatu tujuan.

Menyelenggarakan mengandung arti :

  1. Mengurus dan mengusahakan sesuatu (seperti memelihara, memiara, merawat).
  2. Melakukan atau melaksanakan (perintah, peraturan, rencana).
  3. Menunaikan atau menyampaikan (maksud, tugas kewajiban).
  4. Mengurus dan memperhatikan (kepentingan, usaha, perkara).
  5. Mengadakan, mengatur, dan mengurus (pesta, pertunjukan, pameran, dsb).

Pengamanan Fisik adalah segala usaha dan kegiatan  untuk mencegah / mengatasi timbulnya ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan suatu instansi / proyek / badan usaha secara fisik melalui kegiatan pengaturan, penjagaan dan perondaan serta kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi / proyek / badan usaha yang bersangkutan.

Objek yang diamankan-ditertibkan pada saat pengamanan fisik, adalah :

  1. Asset : Benda bergerak – benda tidak bergerak, gedung, harta benda, dll.
  2. Personil : Klien, Atasan, manajemen, Nasabah, Konsumen, Supplier, Pengunjung, Tamu, Rekan, dll.
  3. Informasi : No Tlp pribadi staff, keberadaan staff, proses produksi, kekuatan pengamanan, data-data perusahaan, dll.

Kita telah belajar mengenai apa yang dimaksud dengan “Aman”, sekarang kita pelajari apa yang dimaksud dengan “Tertib”. Yang dimaksud dengan tertib adalah :

  • Teratur, menurut aturan, rapi.
  • Sopan, dengan sepatutnya.
  • Aturan, peraturan yang baik.

Fungsi Satpam

Apa yang dimaksud dengan Fungsi? Fungsi berarti :

  • Manfaat
  • Kegunaan

Jadi apa manfaat atau Kegunaan Satpam? Kegunaan atau Fungsi Satpam adalah “Melindungi dan mengayomi lingkungan/tempat kerjanya dari setiap gangguan keamanan, serta menegakkan peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan kerjanya”. (Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III, Pasal 6, Ayat 2).

Yang dimaksud dengan melindungi adalah : menjaga atau menyelamatkan supaya terhindar dari ancaman, gangguan dan marabahaya. Sedangkan yang dimaksud dengan mengayomi adalah memelihara atau memayungi.

Untuk lebih jelasnya, “Melindungi adalah upaya fisik” sedangkan “Mengayomi” adalah, seorang Satpam harus mampu memberikan rasa aman bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Untuk bisa menegakan peraturan dan tata tertib, seorang Satpam harus memiliki Sikap  dan Tampang Satpam yang baik.

Peranan Satpam

Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas, Satpam berperan sebagai:

  1. unsur pembantu pimpinan organisasi, perusahaan dan/atau instansi/ lembaga pemerintah, pengguna Satpam di bidang pembinaan keamanan dan ketertiban lingkungan/tempat kerjanya;
  2. unsur pembantu Polri dalam pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness) di lingkungan/tempat kerjanya.( Perkapolri No 24 Tahun 2007, BAB III, Pasal 6, Ayat 2).

Yang dimaksud dengan “pembinaan” adalah segala usaha, kegiatan dan pekerjaan untuk membimbing, mendorong, mengarahkan, menggerakan termasuk kegiatan koordinasi, untuk ikut serta secara aktif menciptakan, memelihara dan meningkatkan ketertiban dan keamanan bagi diri dan lingkungan kerjanya.

Untuk menegakan peraturan perundang-undangan serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan keamanan (security mindedness dan security awareness), seorang anggota Satpam pertama-tama harus tunduk dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan (Termasuk peraturan Lalu lintas).

Di dalam melaksanakan tugasnya, Satpam memiliki kewenangan untuk penegakan peraturan dan tata tertib karena Satpam merupakan pembantu pimpinan.

 

 

TURJAWALI SATPAM

MENYELENGGARAKAN PENGATURAN, PENJAGAAN, PENGAWALAN DAN PATROLI

Untuk tulisan kali ini, mari kita pelajari lebih mendalam mengenai TURJAWALI. Tugas Anggota Satpam adalah menyelenggarakan keamanan dan ketertiban yang dilaksanakan dengan cara Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli disingkat TURJAWALI. Turjawali merupakan penjawantahan / penerapan dari Pengertian, Tugas Pokok, Fungsi dan Peran Satpam.

Pengertian Pengaturan

Banyak diantara anggota satpam apabila ditanya tentang pengertian “Pengaturan” maka akan dijawab “Pengaturan parkir”, padahal pengaturan area parkir adalah salah satu dari tugas pengaturan.

Yang dimaksud dengan “Pengaturan” dalam Turjawali adalah penegakan peraturan dan tata tertib perusahaan. Mari kita bahas pengertian ini satu persatu.

Yang dimaksud dengan “Menegakan” adalah : Mendirikan, Menjadikan, Mengusahakan, Mempertahankan, Memelihara, Mewujudkan, Memegang teguh, Mengukuhkan.

Peraturan adalah : ketentuan yang mengikat warga kelompok masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan kendalikan tingkah laku yang sesuai dan diterima: setiap warga masyarakat harus menaati aturan yang berlaku; atau ukuran, kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Tata tertib adalah peraturan-peraturan yg harus ditaati atau dilaksanakan atau dalam kata lain Tata Tertib adalah sekumpulan peraturan yang berlaku di suatu tempat tertentu. Tata Tertib di suatu tempat / lembaga akan berbeda dengan yang berlaku di tempat / lembaga yang lainnya.

Penegakan peraturan dan tata tertib perusahaan pada dasarnya adalah penegakan disiplin. Kedisiplinan merupakan suatu sikap mental yang  tercermin dalam perbuatan tingkah laku perorangan, kelompok atau masyarakat berupa kepatuhan atau ketaatan terhadap peraturan, ketentuan, etika, norma dan kaidah yang berlaku.

 

Dapat disimpulkan bahwa Disiplin adalah sikap yang tunduk dan patuh terhadap peraturan dan tata tertib yang berlaku yang berasal dari dalam diri sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain.

 

  1. Displin Preventif yaitu: kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan   agar mengikuti berbagai standar dan aturan, sehingga penyelewengan dapat dicegah.
  1. Disiplin Korektif yaitu: kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap aturan-aturan yang mencoba untuk menghindari pelanggaran-pelanggaran lebih lanjut. Kegiatan korektif sering berupa suatu bentuk hukuman dan disebut tindakan pendisiplin.
  1. Disiplin Progresif yaitu: kegiatan memberikan hukuman-hukuman yang lebih berat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang berulang. Tujuan dari disiplin progresif ini agar karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan korektif sebelum mendapat hukuman yang lebih serius.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menegakkan disiplin kerja :

1)   Disiplin Harus Ditegakkan Seketika
Hukuman harus dijatuhkan sesegera mungkin setelah terjadi pelanggaran jangan sampai terlambat, karena jika terlambat akan kurang efektif.

2)   Disiplin Harus Didahului Peringatan Dini
Dengan peringatan dini dimaksudkan bahwa semua karyawan harus benar-benar tahu secara pasti tindakan-tindakan mana yang dibenarkan dan mana yang tidak.

3)   Disiplin Harus Konsisten
Konsisten artinya seluruh karyawan yang melakukan pelanggaran akan diganjar hukuman yang sama. Jangan sampai terjadi pengecualian, mungkin karena alasan masa kerja telah lama, punya keterampilan yang tinggi atau karena mempunyai hubungan dengan atasan itu sendiri.

4)   Disiplin Harus Impersonal
Seorang atasan sebaiknya jangan menegakkan disiplin dengan perasaan marah atau emosi. Jika ada perasaan semacam ini ada baiknya atasan menunggu beberapa menit agar rasa marah dan emosinya reda sebelum mendisiplinkan karyawan tersebut. Pada akhir pembicaraan sebaiknya diberikan suatu pengarahan yang positif guna memperkuat jalinan hubungan antara karyawan dan atasan.

5)   Disiplin Harus Setimpal
Hukuman itu setimpal artinya bahwa hukuman itu layak dan sesuai dengan tindak pelanggaran yang dilakukan. Tidak terlalu ringan dan juga tidak terlalu berat. Jika hukuman terlalu ringan, hukuman itu akan dianggap sepele oleh pelaku pelanggaran dan jika terlalu berat mungkin akan menimbulkan kegelisahan dan menurunkan prestasi.

Kita telah mengetahui apa dan bagaimana itu disiplin, dalam pelaksanaan penegakan disiplin Anggota Satpam seringkali mendapatkan hambatan, salah satunya adalah karyawan tidak mau / tidak menurut kepada aturan yang ditegakan oleh Anggota Satpam.

Apa yang kurang? Untuk bisa menegakan aturan dan tata tertib, seorang anggota satpam harus bisa bersikap tegas. Apa itu tegas? “Tegas” adalah sikap yang tentu dan pasti, tidak ragu-ragu karena tahu bertindak yang benar. Untuk bisa bersikap tegas, kinerja seorang anggota satpam harus didukung oleh :

  1. Penampilan yang baik.

Coba perhatikan seorang preman terminal, bagaimana penampilannya? Wajah sesangar mungkin, bertattoo, mata merah, mulut bau naga, dipinggang terselip senjata tajam, sikap kasar. Untuk apa ia berpenampilan dan bersikap seperti itu? Supaya orang takut karena seorang preman terminal harus ditakuti untuk mempermudah urusan-urusannya.

Sekarang apa yang harus dilakukan oleh seorang anggota satpam agar ia bisa menegakan disiplin/peraturan? Anggota Satpam harus bisa membuat orang/karyawan merasa segan. Untuk membuat orang lain merasa segan, maka hal pertama yang harus diperhatikan oleh seorang Satpam adalah penampilannya. Penampilan yang baik dan benar sesuai dengan aturan akan membuat orang lain merasa yakin dengan diri dan profesi kita, atau dengan kata lain seorang anggota satpam harus tampil meyakinkan.

  1. Sikap tubuh / Gesture yang baik.

Sikap tubuh yang penuh percaya diri akan membuat orang merasa segan dan lebih menghormati kita. Mulailah membiasakan diri menjaga sikap tubuh ketika kita berdiri, berjalan, duduk, menegur, mengarahkan, menghormat, dll.

  1. Cara berbicara yang benar.

Sama dengan Penampilan dan Sikap, maka cara berbicarapun sangat berpengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap kita. Aturlah cara berbicara kita, jaga intonasi dan pilihlah penekanan kata yang tepat. Cara berbicara tidak perlu mengada-ada, yang normal saja tetapi terdengar pasti dan dengan nada yang dalam/berat.

  1. Bisa memberikan solusi.

Satpam yang bisa memberikan solusi pada saat menegakan peraturan akan mendapatkan penghargaan dari orang lain. Contohnya adalah pada saat anda melarang seseorang yag sedang merokok di suatu tempat yang dilarang merokok, apa yang akan anda katakan?

  • “Selamat siang, disini tidak boleh merokok, pak!”
  • “Selamat siang, maaf di area ini dilarang merokok, pak!”
  • “Selamat siang, silahkan matikan rokok anda, disini tidak boleh

merokok!”

  • “Selamat siang, silahkan merokoknya di smoking area”

Mana yang akan diikuti oleh orang tsb dengan suka rela?

  1. Memberikan teladan yang baik.

Pelaksanaan penegakan peraturan yang paling mudah adalah dengan memberikan teladan bahwa Satpam juga taat dan tunduk kepada peraturan yang berlaku.

Pengertian Penjagaan

Yang dimaksud dengan penjagaan adalah penempatan pos-pos penjagaan dengan maksud memeriksa / mengawasi masuk keluarnya orang – barang (Access Control) dan mengawasi keadaan atau hal-hal yang mencurigakan di sekitar tempat tugasnya. Pelaksanaan penjagaan juga memastikan area dalam keadaan aman, tertib dan peraturan perusahaan dapat ditegakan.

Apa yang dimaksud dengan pos jaga? Pos jaga adalah tempat kerja, tempat kerja yaitu setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap dimana kegiatan usaha dan fungsi pelayanan publik berlangsung serta terdapat sumber-sumber ancaman dan gangguan keamanan baik fisik maupun non fisik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Sumber Ancaman dan Gangguan dapat muncul dari dalam dan luar perusahaan :

  1. Dari Luar :
  2. Premanisme
  3. Pencurian
  4. Perampokan
  5. Kerusuhan
  6. Dll.
  7. Dari Dalam :
  8. Penyalahgunaan wewenang
  9. Penggelapan (Fraud)
  10. Penyelundupan – pencurian
  11. Sabotase
  12. Dll.

Kenapa “Merasa AMAN” itu sangat penting?….Merasa aman adalah kebutuhan manusia yang sangat mendasar setelah kebutuhan fisiologis. Untuk lebih jelasnya kita perhatikan sbb :

Kita lihat dari lapisan yang paling bawah adalah kebutuhan manusia yang paling dasar, apabila kebutuhan tersebut terpenuhi, maka akan meningkat ke tingkat kebutuhan yang lebih atas, dimulai dari :

  1.  Fisiologis : Makan – minum, tidur, sex, dll
  2. Rasa Aman dan Perlindungan
  3. Sosial (Rasa Cinta Memiliki dan dimiliki)
  4. Harga Diri
  5.  Aktualisasi Diri

Manusia (seperti juga hewan) mempunyai kebutuhan paling dasar yang harus dipenuhi untuk bertahan hidup, yaitu makan – minum, tidur dan kawin. Apabila kebutuhan tersebut sudah terpenuhi, maka akan muncul kebutuhan lain yaitu rasa aman dan perlindungan. Jadi kebutuhan akan rasa aman adalah kebutuhan yang paling dasar setelah kebutuhan fisiologis.

Apa artinya hal ini bagi seorang satpam? Artinya kabar baik, Profesi Keamanan akan terus dibutuhkan oleh orang, tinggal bagaimana kita sebagai petugas keamanan memenuhi akan kebutuhan – keinginan dan harapan orang – orang (klien) tsb.

Apa sih “Aman” itu sendiri? Yang dimaksud dengan aman adalah :

  1. Keadaan yang bebas dari resiko, ancaman, bahaya dan bebas dari gangguan.
  2. Keamanan (safety) adalah status seseorang dalam keadaan aman, kondisi yang terlindungi secara fisik, sosial, spiritual, finansial, politik, emosi, pekerjaan, psikologis atau berbagai akibat dari sebuah kegagalan, kerusakan, kecelakaan, atau berbagai keadaan yang tidak diinginkan.
  3. Keamanan (Terlindungi) tidak hanya mencegah rasa sakit dan cedera tetapi juga membuat individu merasa aman dalam aktifitasnya. Keamanan dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan umum.

Tujuan penjagaan adalah memberikan rasa aman, sehingga orang/ staff/ karyawan/ klien/ nasabah/ dll dapat bekerja, berkarya, mendapatkan pelayanan dengan baik.

Penjabarannya seperti ini….Penjagaan bersifat prefentive, artinya, penjagaan adalah upaya untuk pencegahan supaya ancaman dan gangguan keamanan tidak terjadi. Dalam mencegah gangguan-gangguan keamanan terjadi, anggota Satpam tidak bisa menghilangkan niat orang untuk melakukan kejahatan, tetapi yang bisa Anggota Satpam lakukan adalah menghilangkan atau menutup kesempatan orang tsb melakukannya salahsatunya dengan menyelenggarakan penjagaan.

Supaya kita tetap waspada dalam melaksanakan penjagaan, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan karena bisa membuat anggota tidak fokus didalam melaksanakan penjagaan,

yaitu :

  1. Tidur (disengaja maupun tidak disengaja),
  2. Merokok, Makan/minum,
  3. Baca koran, majalah, TTS, dll,
  4. Nonton TV,
  5. Bermain HP / BBM,
  6. Meninggalkan Pos jaga tanpa ijin,
  7. Ngobrol, bersikap santai / berleha-leha.

Sikap yang harus dimiliki oleh anggota satpam yang melaksanakan penjagaan :

  1. Sikap open : bersikap penuh kepedulian terhadap segala sesuatu yang terjadi dan peduli pada keadaan dilingkungan area jaga.
  2. Memiliki rasa was-was : selalu merasa was-was apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan, merasa was-was apabila SOP tidak dilaksanakan dengan benar. Dengan rasa was-was seorang anggota Satpam akan selalu bersikap waspada dan hati-hati didalam menjalankan tugasnya.
  3. Bersikap selalu Waspada : Anggota Satpam harus memiliki sifat waspada didalam melaksanakan tugas-tugasnya, dengan bersikap waspada anggota satpam akan selalu siaga, berhati-hati, tidak menganggap remeh segala sesuatu yang terjadi di area tugasnya.
  4. Memiliki rasa curiga : Dalam melaksanakan pencegahan, maka anggota Satpam harus berprinsip bahwa prasangka baik itu perlu tetapi curiga jalan terus. Sehingga pencegahan dapat dilaksanakan secara luas dan menyeluruh (komprehensif).
  5. Penuh rasa tanggung jawab : Satpam yang memiliki rasa tanggungjawab adalah satpam yang memiliki kemauan untuk mengambil tindakan, baik tindakan pencegahan atau tindakan penanganan.

citrasetyabhakti.com

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SECURITY DI HOTEL (CISS)

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Mengenal Tugas dan Tanggung Jawab Security di Hotel

PT. Citra Setya Bhakti (CISS)

Banyak sebagian orang yang pastinya belum mengenal betul dengan salah satu departemen di perhotelan ini. Ya, departemen keamanan (Security Departement) yang memiliki fungsi dan peran penting untuk menjaga serta memberi kenyamanan kepada setiap tamu yang ingin berkunjung ataupun menginap di hotel.

Pengertian secara umum, departemen keamanan merupakan departemen yang bertugas menjaga dan mengatur keamanan hotel serta melakukan pengamanan seluruh area hotel dan ikut memantau kamar-kamar tamu, terutama yang dihuni agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta memantau keluar masuknya tamu di kamar hotel dan mengawasi tamu-tamu yang mencurigakan. Selain itu security juga harus memeriksa para karyawan hotel “body checking” baik itu saat masuk kerja maupun saat pulang bekerja. Adanya security akan membuat tamu merasa aman dalam menginap di hotel.

Pada dasarnya security merupakan sebuah section dari Human Resources Department. Yang mana segala job description-nya berdasarkan ketentuan dari Human Resources Manager. Namun, pada era sekarang, bagian security lebih didominasi oleh lembaga outsourcing sehingga bagian ini memiliki struktur organisasi yang berdiri sendiri. Namun dalam hal tanggung jawab, meskipun dari lembaga outsourcing, kinerja para security masih tetap terpantau oleh Human Resources Department.

Adanya outsourcing ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Outsourcing akan lebih memudahkan pihak human resources untuk mencari security yang sesuai dengan kriteria hotel, karena jika security yang dikirim oleh pihak outsourcing kurang maksimal dalam bekerja, maka hotel dapat melakukan komplain dan meminta ganti dengan security yang lebih profesional dalam bekerja. Kelemahan pada outsourcing adalah, kualitas dari security yang minim akan pengetahuan hotel. Sebagian besar security dari lembaga outsourcing mungkin pernah bekerja menjadi security di pabrik, lalu lintas, mall, atau pun tempat publik lainnya, sehingga pada waktu ia ditempatkan di suatu hotel maka  ia akan susah untuk bersosialisasi dengan istilah-istilah perhotelan yang notabene sedikit “merepotkan”.

Terlepas dari kebijakan hotel untuk memakai jasa outsourcing atau tidak, tentu saja Security Department tetap mempunyai tanggung jawab besar dalam menjalankan bisnis perhotelan. Seringkali terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di hotel, dan itu menjadi tugas departemen keamanan untuk mengatasinya. Walaupun seringkali pekerjaan di bidang keamanan sering dipandang sebelah mata, tetapi justru tanpa mereka tamu tidak akan merasa aman yang merupakan salah satu esensi dari bisnis hospitaliti. Oleh karena itu, sesuai dengan tujuan perusahaan agar tamu dapat mencapai kepuasan termasuk dalam segi keamanan dan kenyamanan, departemen keamanan lah yang memikul tanggung jawab tersebut.

Berikut ini merupakan tugas dan tanggung jawab sesuai masing-masing jabatan dalam Security Department di hotel:

 Chief Security (Sec. Manager)

  1. Mengadministrasikan dan meninjau operasi untuk memastikan lingkungan yang     aman dan nyaman bagi karyawan, tamu, dan lain-lain.
  2. Menyarankan manajemen dalam meningkatkan dan melaksanakan kebijakan  sesuai dengan keamanan dan peraturan negara.
  3. Menganalisis data statistik dan laporan untuk mengidentifikasi dan menentukan bagaimana membuat bangunan dan lahan yang aman dan nyaman.
  4. Mengembangkan metode untuk meningkatkan kebijakan keamanan, proses, dan praktik, dan merekomendasikan perubahan manajemen.
  5. Persiapan langsung dan pendistribusian informasi tertulis dan verbal untuk menginformasikan manajer, karyawan dan lainnya kebijakan keamanan, prosedur dan praktek.
  6. Mengelola desain dan pengembangan pelatihan khusus untuk membimbing petugas keamanan dan orang lain melalui keputusan keamanan dan tindakan.
  7. Mewakili Hotel di pertemuan formal dengan organisasi luar dalam hal-hal yang berhubungan dengan keamanan dan layanan perlindungan.

Assistant Security Manager

  1. Mengkoordinir,  mengarahkan dan melaporkan kegiatan sehari-hari dari staf Keamanan & Keselamatan dalam perlindungan pengunjung, staf, pelanggan, dan properti saat tidak adanya Security Manager.
  2. Mengelola Ruang Properti untuk item yang hilang dan ditemukan dan mengawasi disposisi dari item yang tidak diklaim.
  3. Assistant Security Manager membantu dalam perencanaan, koordinasi, dan mengarahkan program keamanan dan keselamatan untuk mencakup pencegahan kehilangan, parkir / kontrol lalu lintas, patroli dari properti fisik, penegakan patung dan peraturan hotel, inspeksi fasilitas, dan penyelidikan tindak pidana.
  4. Assistant Security Manager membantu dalam pengembangan dan pelaksanaan prosedur keamanan dan keselamatan; kepatuhan dijamin dengan keselamatan dan standar kesehatan, kebijakan dan prosedur, dan negara yang berlaku.
  5. Melakukan tindak lanjut investigasi laporan kegiatan kriminal dan pelanggaran standar keselamatan.

Security Supervisor

  1. Mengawasi secara teratur karyawan lain.
  2. Merencanakan jadwal kerja
  3. Mengajar dan memberlakukan peraturan keselamatan di tempat kerja.
  4. Mendirikan prioritas keamanan patroli.
  5. Membantu Asisten Manager Keamanan dalam mengidentifikasi daerah berisiko tinggi dan tindakan  dimulai untuk mengurangi eksposur risiko.
  6. Melakukan semua tugas-tugas seorang Security Guard.
  7. Ulasan pemanfaatan dan pemeliharaan peralatan keamanan.
  8. Menyiapkan laporan harian dan periodik untuk pejabat hotel mengenai kegiatan.
  9. Mengambil tindakan yang telah ditentukan dan diberikan pertolongan pertama dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, kebakaran dan penyakit.
  10. Membantu dalam pengembangan kebijakan keamanan dan prosedur.
  11. Berkomunikasi dengan pengguna layanan tentang kebutuhan keamanan dan masalah.
  12. Memelihara dan merekomendasikan perubahan dan perbaikan dalam sistem pencatatan perangkat lunak untuk kegiatan petugas keamanan.
  13. Memerintahkan, memelihara dan mengeluarkan pakaian dan peralatan.

Security Guard

  1. Secara langsung bertugas memantau dan mengatur keamanan hotel selama 24 jam secara bergantian dengan petugas keamanan yang lain
  2. Melaporkan segala kejadian / peristiwa yang terjadi di hotel ke security manager atau atasannya baik itu kehilangan atapun penemuan barang milik tamu
  3. Berjaga di pos keamanan hotel dan memantau serta membantu keluar masuknya kendaraan yang keluar masuk hotel baik kendaraan milik tamu ataupun staf hotel demi keselamatan dalam penyeberangan jalan.

 

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

PETUGAS JASA KEAMANAN

 

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

 

Jasa Keamanan sering dikaitkan dengan satuan pengamanan (satpam), Tapi sebenarnya, jasa keamanan mempunyai basis kerja jauh lebih luas dari sekedar menjadi satuan pengamanan (satpam). Kalau ingin melihat jasa keamanan dalam lingkup yang lebih luas, film Bodyguard.

 

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Tubuh tubuh tegap dan Berotot

Sebuah perusahaan yang memberikan Petugas jasa keamanan biasanya akan dipenuhi oleh laki laki dengan tubuh tegap tinggi dan berotot, berkepala plontos atau berambut cepak, berkaca mata hitam dengan alat komunikasi yang melekat di telinga.

Laki laki dengan profil seperti itu memang  merupakan gambaran para petugas jasa keamanan atau lebih tepatnya pengawal (Bodyguard). Tetapi tidak semuanya memiliki tubuh seperti itu. Ada juga yang agak pendek tetapi tekar dan gesit. Tatapan garang dengan suara mantap dan keras  adalah juga modal seorang petugas jasa keamanan.

Pemakai Jasa Keamanan SATPAM

Bila di perumahan biasanya para petugas jasa keamanan ini disebut satuan pengamanan (satpam). Mereka akan selalu berpatroli secara periodik dan menanyakan identitas setiap orang yang dianggap asing yang masuk kedalam komplek perumahan, tetapi sistemnya borongan

dalam arti petugas jasa keamanan ini tidak menjaga satu rumah tertentu saja tetapi lebih kearah penjagaan rumah komplek secara keseluruhan.

Tidak dengan petugas jasa keamanan yang menjaga selebritis misalnya, mereka senantiasa selama 24 jam selagi masih disewa akan selalu menjaga sang selebritis kemanapun dia pergi, kamar tidurnyapun akan selalu dijaga. Para Petugas Jasa Keamanan tersebut akan senantiasa mengikuti kemauan siapa yang membayarnya dan melakukan tugasnya dengan baik dan disiplin penuh.

Para Petugas Jasa Keamanan ini memang dilatih untuk itu, mereka mempelajari ilmu kejiwaan walaupun tidak  mendetail secara teori tetapi langsung pada aplikasinya. Mereka tahu harus berbuat apa bila terjadi suatu kasus. Pelatihan yang tidak hanya pembentukan fisik ini benar benar menjadikan para Petugas Jasa Keamanan ini mampu menjaga targetnya. Bahas sandi dan strategi penjagaanpun harus mereka kuasai.

Jadi menjadi petugas jasa keamanan tersebut tidak semudah yang dibayangkan taruhannya nyawa mereka atau nya orang yang mereka jaga. Tugas berat inilah yang menjadikan petugas Jasa Keamanan menjadi mahal dan tidak semua orang bisa menyewanya.

 

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya Bhakti

Perusahaan Jasa Keamanan

Salah satu perusahaan jasa keamanan yang menyediakan berupa regu satuan pengamanan (satpam) yang ditempatkan di perusahaan perusahaan adalah PT. Citra Setya Bhakti yang berlokasi di Jakarta Selatan, Perusahaan ini sudah mengantongi ijin operasional dari Mabes POLRI.

Perusahaan ini mempunyai kurikulum tersendiri dalam mendidik para petugas jasa keamanannya Para calon petugas jasa keamanan ini dilatih dalam menjaga Pabrik, Kantor, Gudang, Rumah sakit, Apartemen, Supermarket dan lain lain . Merekapun dilatih dalam menghadapi kerusuhan ataupun demo karyawan ataupun kerusuhan lainnya.

Para petugas Jasa Keamanan yang lebih spesifik Pengawalan (Bodyguard) Pribadi biasanya akan lebih mahal daripada petugas Jasa Keamanan yang lebih kearah penjagaan seperti para petugas satuan pengamanan (satpam).

Untuk Jasa Keamanan yang lebih canggih biasanya disewa oleh perusahaan asing harganya biasanya menggunakan standar US$ per harinya, Mahalnya harga sewa para petugas Jasa Keamanan ini sepertinya setimpal dengan resiko dan tanggung jawab para petugas Jasa Keamanan tersebut.

Jasa yang diberikan Perusahaan Jasa Keamanan

Jasa Keamanan ini ternyata cukup kompleks juga , selain penggunaan alat canggih yang tentunya harus mendapatkan ijin dari Kepolisian karena menyangkut penggunaan senjata api atau senjata tajam lainnya juga ada hal lain yang menopang bisnis Jasa Keamanan ini misalnya,

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jasa Keamanan ( Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan )

Jasa Keamanan | Jasa Pengamanan | Jasa Satpam | Jasa Security | Jasa Satpam | CISS | Citra Setya BhaktiPERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

No. Pol.: 17 TAHUN 2006

TENTANG

PEDOMAN PEMBINAAN BADAN USAHA JASA PENGAMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri;

b. bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya, Polri melakukan pembinaan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat serta ketaatan warga masyarakat terhadap hukum;

c. bahwa dalam upaya peningkatan partisipasi masyarakat khususnya peran dan fungsi badan usaha di bidang pengamanan, Polri berwenang memberikan izin operasional dan melakukan pengawasan terhadap badan usaha jasa pengamanan;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Kapolri tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan;

Mengingat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3201);

2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3468);

3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168);

4. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);

5. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan.

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:

  1. Pembinaan adalah segala usaha, tindakan, dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, penyusunan, pembangunan, pengarahan, penggunaan serta pengendalian segala sesuatu secara berhasil guna.
  2. Badan Usaha Jasa pengamanan yang selanjutnya disebut BUJP adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak di bidang penyedia tenaga pengamanan, pelatihan/pendidikan keamanan, kawal uang/barang berharga, konsultasi keamanan, penerapan peralatan keamanan, dan penyediaan satwa.
  3. Surat Rekomendasi adalah surat keterangan sebagai saran untuk mendapatkan izin operasional BUJP yang diterbitkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) setempat di tempat badan usaha tersebut beroperasi.
  4. Surat Izin Operasional Jasa Pengamanan adalah surat yang berisi keterangan bahwa pemegang surat tersebut diberi izin untuk melakukan kegiatan promosi, proses tender, melaksanakan kontrak kerja pengamanan, dan melakukan kegiatan sebagai perusahaan jasa di bidang pengamanan.
  5. Audit BUJP adalah suatu kegiatan pengawasan dan pemeriksaan dalam rangka menilai kelayakan dan kemampuan dari badan usaha tersebut.
  6. Satuan Pengamanan adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh Instansi/proyek/badan usaha untuk melaksanakan pengamanan dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan/kawasan kerjanya.
  7. Pengamanan adalah segala usaha, pekerjaan, dan kegiatan dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan serta penegakan hukum terhadap setiap ancaman dan gangguan keamanan.
  8. Barang Berharga adalah segala macam barang yang mempunyai nilai tinggi dan sangat berarti sehingga memerlukan pengamanan secara khusus.
  9. Senjata Api dan Bahan Peledak adalah peralatan keamanan senjata api non organik TNI atau Polri, gas air mata, alat/peralatan kejut dengan listrik, dan bahan peledak untuk kepentingan bela diri yang perizinannya melalui Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri.
  10. Tenaga Ahli adalah orang yang karena latar belakang pendidikan/pengalamannya memiliki kemampuan dan keterampilan teknis/sistem pengamanan secara profesional.
  11. Wilayah Usaha adalah wilayah dimana badan usaha yang bersangkutan dibenarkan untuk melakukan kegiatan usaha yang didasarkan atas pembagian wilayah hukum Polda.

BAB II

BUJP

Pasal 2

Penggolongan BUJP meliputi:

  1. Usaha Jasa Konsultasi Keamanan (Security Consultancy);
  2. Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan (Security Devices);
  3. Usaha Jasa Pendidikan dan Latihan Keamanan (Security Training and Education);
  4. Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga (Valuables Security Transport);
  5. Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan (Guard Services);
  6. Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services).

Pasal 3

(1) Usaha Jasa Konsultasi Keamanan (Services Consultancy) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, memberikan jasa kepada pengguna jasa berupa saran, pertimbangan atau pendapat dan membantu dalam pengelolaan tentang cara dan prosedur pengamanan suatu objek.

(2) Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan (Services Devices) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b, memberikan jasa kepada pengguna jasa berupa penerapan teknologi peralatan pengamanan dalam kaitannya dengan cara dan prosedur pengamanan suatu objek.

(3) Usaha Jasa Pendidikan dan Latihan Keamanan (Services Training and Education) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c, memberikan jasa berupa penyediaan sarana dan prasarana untuk melaksanakan pendidikan dan latihan di bidang keamanan guna menyiapkan, meningkatkan, dan memelihara kemampuan tenaga Satuan Pengamanan.

(4) Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga (Valuables Services Transport) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf d, memberikan jasa pengamanan berupa pengawalan pengangkutan uang dan barang berharga.

(5) Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan (Guard Services) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e, memberikan jasa berupa penyediaan tenaga Satuan Pengamanan untuk melakukan pengamanan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja pengguna jasa.

(6) Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf f, memberikan jasa berupa penyediaan satwa untuk melakukan pengamanan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerja pengguna jasa.

Pasal 4

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Konsultasi Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) terdiri dari:

  1. melakukan jasa penilaian kelayakan pengamanan objek, asset, dan lingkungan;
  2. membuat perencanaan bentuk dasar dan desain pengamanan yang berstruktur dan sistematis sesuai dengan potensi kerawanan objek yang diamankan;
  3. mengadakan penelitian dan pengembangan tentang cara dan prosedur pengamanan suatu objek;
  4. memberikan jasa perancangan sistim perangkat pengamanan yang efektif dan efisien pada suatu objek pengamanan berdasarkan potensi kerawanan dan kondisi lingkungan;
  5. membantu pemakai jasa keamanan dalam mengimplementasikan sistem perangkat pengamanan yang baru atau mengkaji ulang sistem pengamanan yang telah ada;
  6. memberikan jasa konsultasi di bidang resiko bisnis (bussiness risk), termasuk informasi pengamanan dan bisnis; dan/atau
  7. Jasa pengumpulan informasi untuk kepentingan pengamanan swakarsa internal perusahaan (client) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 5

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Penerapan Peralatan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) terdiri dari:

  1. merencanakan pengadaan, rancang bangun (design), pemasangan, dan pemeliharaan peralatan keamanan kecuali untuk peralatan keamanan senjata api, gas air mata, alat/peralatan kejut dengan tenaga listrik, dan bahan peledak yang perizinannya melalui Baintelkam Polri;
  2. menetapkan garansi atas penggunaan peralatan keamanan;
  3. menyiapkan dan melatih tenaga operator untuk menjamin beroperasinya peralatan keamanan; dan/atau
  4. menyusun tata cara, prosedur dan mekanisme sistem tanda bahaya atau darurat guna bantuan dan pertolongan pertama.

Pasal 6

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Pendidikan dan Latihan Keamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) terdiri dari:

  1. menyelenggarakan pendidikan tenaga Satuan Pengamanan dengan kualifikasi kemampuan dasar Gada Pratama dan Gada Madya, kecuali untuk Gada Utama diselenggarakan oleh Markas Besar (Mabes) Polri;
  2. menyelenggarakan pelatihan spesialisasi bekerja sama dengan instansi, otoritas terkait atau BUJPP yang direkomendasikan oleh instansi terkait;
  3. menyelenggarakan pelatihan penyegaran bagi anggota Satuan Pengamanan yang sudah bertugas dalam rangka pemeliharaan kemampuan dasar Satuan Pengamanan; dan/atau
  4. menyelenggarakan penataran, lokakarya, dan seminar di bidang Services.

Pasal 7

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Kawal Angkut Uang dan Barang Berharga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) terdiri dari:

  1. menyiapkan infrastruktur dan sarana angkutan yang memenuhi persyaratan standar asuransi internasional;
  2. menyiapkan tenaga pengawal tetap dari Polri dan pengemudi yang memenuhi persyaratan;
  3. mengasuransikan uang dan barang berharga yang diangkut/dikawal;
  4. mengasuransikan personel yang melaksanakan pengawalan dan pengangkutan uang dan barang berharga; dan/atau
  5. melakukan pengawalan uang dan barang berharga dalam wilayah Indonesia.

Pasal 8

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Penyediaan Tenaga Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (5) terdiri dari:

  1. menyiapkan tenaga pengamanan yang berkualifikasi minimal berpendidikan dasar Satuan Pengamanan (Gada Pratama);
  2. memberikan kompensasi, asuransi, dan jaminan kesejahteraan lain bagi setiap anggota Satuan Pengamanan serta kejelasan status ketenagakerjaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. mengatur kegiatan pengamanan dalam lingkungan/kawasan kerjanya sesuai permintaan pengguna jasa pengamanan; dan/atau
  4. mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pengamanan dalam lingkungan/ kawasan kerjanya.

Pasal 9

Bentuk kegiatan Badan Usaha Jasa Penyediaan Satwa (K9 Services) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (6) terdiri dari:

  1. menyediakan jasa satwa yang mempunyai kemampuan khusus untuk membantu tugas Satuan Pengamanan sesuai dengan permintaan pengguna jasa;
  2. melatih pawang satwa;
  3. melatih satwa; dan/atau
  4. menyewakan satwa.

BAB III

KEWAJIBAN

Pasal 10

(1) BUJP dalam melaksanakan kegiatannya wajib:

  1. menaati ketentuan peraturan perundangan;
  2. merahasiakan sistem jasa pengamanan para penggunanya; dan
  3. membuat laporan setiap semester yang ditujukan kepada Karo Bimmas Polri dan tembusan kepada Kapolda U.p. Karo Binamitra setempat.

(2) Isi laporan setiap semester sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, terdiri dari:

  1. data personel/karyawan badan usaha;
  2. daftar pengguna jasa yang menjadi pelanggan (client);
  3. data Satuan Pengamanan yang dikelola; dan
  4. kegiatan usaha yang dijalankan.

BAB IV

TATA CARA MENDAPATKAN SURAT REKOMENDASI DAN

SURAT IZIN OPERASIONAL BADAN USAHA

Bagian Kesatu

Surat Rekomendasi

Pasal 11

(1) Pimpinan badan usaha sebagai pemohon mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) setempat U.p. Karo Binamitra untuk mendapatkan surat rekomendasi dengan melampirkan:

  1. akte pendirian badan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang telah mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya;
  2. struktur organisasi badan usaha;
  3. daftar personel (Pimpinan, Staf, dan Tenaga Ahli) berikut riwayat hidup singkat masing-masing;
  4. surat keterangan domisili badan usaha dari Pemerintah Daerah setempat dan mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya;
  5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  6. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat;
  7. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, Surat Izin Usaha Tetap dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Dalam Negeri (BKPMD) untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Badan/Instansi terkait;
  8. surat izin kerja sebagai Tenaga Ahli Asing dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Badan Intelkam Polri, apabila menggunakan tenaga kerja asing;
  9. membuat surat pernyataan di atas materai tidak menggunakan tenaga kerja asing, apabila tidak menggunakan tenaga kerja asing;
  10. surat pernyataan di atas materai akan menggunakan seragam Satuan Pengamanan sesuai dengan ketentuan Polri;
  11. surat keterangan sebagai anggota asosiasi yang bergerak di bidang jasa pengamanan; dan
  12. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan badan usaha.

(2) Surat Rekomendasi ditandatangani oleh Karo Binamitra atas nama Kapolda.

(3) Surat Rekomendasi berlaku untuk satu macam/jenis bidang usaha dengan jangka waktu 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal dikeluarkannya surat rekomendasi tersebut.

(4) Surat Rekomendasi digunakan untuk mengurus izin operasional dan bukan merupakan izin operasional/kegiatan.

Bagian Kedua

Surat Izin Operasional

Pasal 12

(1) Setiap badan usaha hanya dapat melaksanakan kegiatan usaha jasa pengamanan setelah mendapat Surat Izin Operasional dari Kapolri.

(2) Persyaratan Surat Izin Operasional terdiri dari:

  1. Persyaratan Umum; dan
  2. Persyaratan Khusus.

Pasal 13

Persyaratan Umum Surat Izin Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf a terdiri dari:

  1. surat rekomendasi dari Polda setempat;
  2. akte pendirian badan usaha dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT) yang telah mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya;
  3. struktur organisasi badan usaha;
  4. daftar personel (Pimpinan, Staf, dan Tenaga Ahli) berikut riwayat hidup/curicullum vitae masing-masing;
  5. surat keterangan domisili badan usaha dari Pemerintah Daerah setempat dan mencantumkan Jasa Pengamanan sebagai salah satu bidang usahanya;
  6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  7. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat;
  8. Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat, Surat Izin Usaha Tetap dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Dalam Negeri (BKPMD) untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta Badan/Instansi terkait;
  9. bagi Tenaga Kerja Asing harus memiliki dokumen keimigrasian yang sah dan masih berlaku;
  10. surat pernyataan bermaterai akan menggunakan seragam Satuan Pengamanan sesuai dengan ketentuan Polri;
  11. surat keterangan sebagai anggota asosiasi yang bergerak di bidang pengamanan;
  12. fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pimpinan badan usaha.

Pasal 14

Persyaratan Khusus Surat Ijin Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf b terdiri dari:

  1. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa konsultan keamanan selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan memiliki tenaga ahli yang mempunyai kemampuan dan keterampilan teknis/sistem pengamanan;
  2. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa penerapan peralatan keamanan, selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan memiliki surat rekomendasi uji coba atas peralatan pengamanan yang akan dipasarkan sesuai standardisasi yang dikeluarkan oleh Biro Penelitian dan Pengembangan Polri, khusus untuk senjata api dan bahan peledak mendapatkan izin dari Baintelkam Polri;
  3. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa pendidikan dan latihan keamanan, selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan memiliki sarana dan prasarana pendidikan dan latihan yang ditentukan Polri;
  4. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa kawal angkut uang dan barang berharga, selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan memiliki sarana angkutan khusus (armored car) dan ruang khusus (strong room/vault);
  5. bagi badan usaha jasa yang bergerak di bidang jasa penyediaan tenaga pengamanan, selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan mengasuransikan anggota Satuan Pengamanannya kepada PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek);
  6. bagi badan usaha jasa penyedia satwa, selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), diwajibkan memiliki fasilitas kandang dan tempat pelatihan.

Pasal 15

(1) Pimpinan badan usaha mengajukan permohonan Surat Izin Operasional yang ditujukan kepada Kapolri U.p. Karo Bimmas Polri untuk mendapatkan pengesahan izin operasional badan usahanya dengan melampirkan semua persyaratan.

(2) Setelah persyaratan dipenuhi maka akan dilakukan audit kesiapan bagi izin baru dan audit kinerja bagi izin lama (perpanjangan) oleh Tim Audit untuk menilai layak atau tidak diterbitkan izin operasionalnya.

(3) Surat Izin Operasional Kegiatan Badan Usaha ditandatangani oleh Karo Bimmas Polri atas nama Kapolri.

(4) Wilayah kegiatan dari BUJP ditentukan dalam Surat Izin Operasional Badan Usaha yang diterbitkan.

(5) Surat Izin Operasional BUJP berlaku untuk jangka waktu 1 (satu) tahun bagi izin baru, dan 2 (dua) tahun bagi izin perpanjangan.

BAB V

PENGAWASAN

Pasal 16

Polri melakukan pengawasan terhadap BUJP melalui kegiatan audit yang dilakukan secara berkala dan insidentil.

Pasal 17

(1) Tim Audit dibentuk dan dipimpin oleh Kapolri atau pejabat yang ditunjuk, yang anggotanya berasal dari perwakilan asosiasi yang bergerak di bidang pengamanan dan instansi terkait.

(2) Proses Audit meliputi persyaratan administrasi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, program serta operasional perusahaan.

(3) Pelaporan hasil audit merupakan evaluasi dan rekomendasi terhadap kinerja BUJP, dan berlaku sesuai dengan peruntukannya.

(4) BUJP berkewajiban melaksanakan rekomendasi hasil audit sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

BAB VI

SANKSI

Pasal 18

(1) BUJP yang tidak membuat laporan setiap semester sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) huruf c, selama 2 (dua) kali berturut-turut, dikenakan sanksi berupa teguran.

(2) BUJP yang tidak memperpanjang Surat Izin Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (5), dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah masa berlaku Surat Izin Operasional berakhir, dikenakan sanksi pembekuan Surat Izin Operasional.

(3) Apabila dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah penetapan sanksi pembekuan Surat Izin Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2), BUJP tidak mengajukan perpanjangan Surat Izin Operasional, maka dikenakan sanksi pembatalan Surat Izin Operasional.

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 19

Pada saat Peraturan ini mulai berlaku semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Pembinaan BUJP dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan ini.

Pasal 20

Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 12 Desember 2006

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

CAP TTD

Drs. SUTANTO

JENDERAL POLISI

Ditulis pada Jasa Keamanan, Jasa Keamanan CISS, Jasa Pengamanan, Jasa Satpam, Jasa Satpam Indonesia, Jasa Satpam Jakarta, Jasa Security, Jasa Security Indonesia, Jasa Security Jakarta, Perusahaan Satpam, Satpam | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar